Menstimulasi Kreativitas Anak Dalam Belajar Pada Masa New Normal

0
82
Sumber foto: dailygenius.com

Lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang dikenal anak pertama kali. Oleh karena itu, keluarga khususnya orang tua berperan penting dalam mengembangkan kreativitas anak. Fakultas Psikologi UP45 bekerjasama dengan Radio Sonora FM Yogyakarta mengadakan sosialisasi dengan tema “Menstimulasi Kreativitas Anak Dalam Belajar Pada Masa New Normal”. Disiarkan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta dalam acara Teras Kota pada Selasa, 30 Juni 2020, pukul 11.00.-12.00.

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A., Dosen Psikologi UP45, selaku narasumber menjelaskan bahwa kreativitas anak dapat berkembang optimal, apabila orang tua bersikap demokratis dalam mendidik anak-anaknya. “Pada masa New Normal atau Kenormalan baru saat ini, bukan berarti anak dipersiapkan kembali bersekolah, namun sebagai orang tua harus membantu menyiapkan anak agar mampu beradaptasi dengan situasi belajar di tengah pandemi Covid-19”, jelas Wahyu.

Lebih dijelaskan oleh Wahyu tentang hal apa yang perlu orangtua lakukan agar anak lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh kenormalan baru dalam kegiatan belajar. Salah satunya dengan menstimulasi kreativitas anak dalam belajar. Upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menstimulasi kreativitas anak misalnya dengan membuka diskusi dengan anak. Bertanya kepada anak, apa yang membuatnya bersemangat belajar? Apa saja yang dapat dikembangkan dalam kegiatan belajar mereka yang berubah? Bagaimana bila suatu saat harus kembali masuk ke sekolah?

Ketika pembelajaran berlangsung di rumah, maka anggota keluarga harus dilibatkan menjadi fasilitator pembelajaran. Penting dalam menyiapkan proses belajar sekalipun dalam kondisi jarak jauh, yaitu agar dalam pembelajaran, anak mendapatkan materi-materi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-harinya.

 “Setiap anak memiliki potensi kreatif sebagaimana anak memiliki dorongan tumbuh dan berkembang” ungkap Wahyu. Seperti dijelaskan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. Hal baru itu tidak harus sesuatu yang sama sekali belum pernah ada sebelumnya, namun unsur-unsurnya mungkin telah ada sebelumnya. Sesuatu yang sifatnya inovatif.

Orang tua dalam situasi krisis seperti saat ini dituntut memiliki kematangan emosi yang lebih stabil sehingga mampu menjelaskan kondisi pandemi yang sedang terjadi. Dalam keluarga, orang tua berupaya untuk sering berdiskusi mengenai hal-hal yang harus dilakukan dan yang harus dihindari. Orang tua dituntut untuk mampu menjelaskan alasan-alasan tentang peraturan yang berlaku dalam keluarga. Apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan, maka anak segera diberi tahu secepatnya.

Dialog interaktif psikologi juga menghadirkan pembicara, yaitu RR. Putri Ana Nurani, SS., MM. selaku aktivis pemerhati dunia anak dan Yudha Andri Riyanto, S.Psi., sebagai alumni Psikologi UP45, serta praktisi pendidikan anak. Masing-masing pembicara memberikan tips menstimulasi kreativitas anak dalam belajar. Antara lain yaitu memberikan pujian untuk anak agar lebih bersemangat dalam belajar. Orang tua yang melihat hasil kreasi anaknya hendaklah memberikan apresiasi. Melatih anak untuk merencanakan aktivitas belajar. Memberikan ruangan khusus untuk bereksperimen dan membuat sekondusif mungkin agar anak  mampu bersikap positif terhadap lingkungannya. Melatih anak supaya berpikir kreatif dalam ragam kegiatan permainan. Orang tua juga harus memberi motivasi supaya anak dapat mengikuti atau melaksanakan ide kreatifnya sendiri.

Penulis

W. Relisa. N

UMBY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here