KKN UNS COVID-19 Sebagai Wadah Pengabdian Mahasiswa

0
78
Foto: Istimewa

MAGELANG – KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan suatu program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa yang diwajibkan oleh kampus, salah satunya Universitas Sebelas Maret (UNS). Namun terdapat hal yang berbeda dengan peaksanaan kegiatan KKN UNS tahun ini.

 Adanya pandemi Covid-19 yang menyerang dunia tak terkecuali Indonesia, memaksa kampus untuk memutar otak agar KKN UNS tahun ini tetap diadakan. Hal ini juga menyangkut waktu kelulusan para mahasiswa, sebab apabila KKN diundur maka mahasiswa juga terkena imbas yaitu terundurnya waktu kelulusan mengingat wajibnya kegiatan KKN. Oleh karena itu, UNS memutuskan tetap diadakannya KKN dengan mengubah Program KKN Reguler menjadi Program KKN Relawan UNS Tanggap Wabah Covid-19. Biasanya, KKN dilaksanakan secara berkelompok sebanyak 10 orang untuk tiap desa. Namun kali ini KKN dilaksanakan secara mandiri di wilayah domisili masing-masing mahasiswa yang terbagi menjadi 3 gelombang.

Rina Tri Wulandari, mahasiswa jurusan S1 Akuntansi 2017 merupakan salah satu dari ribuan mahasiswa yang mengikuti program KKN UNS Covid-19 dan telah melaksanakan programnya di wilayah RT02 RW05 Kampung Malangan, Tidar Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. KKN ini dibimbing oleh dosen Fakultas Keolahragaan yaitu Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd. Rina telah menjalankan KKN ini pada gelombang kedua yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Mei-30 Juni 2020 dengan mengambil tema pendidkan.

Terdapat bermacam-macam program yang telah dijalankan. Mulai dari melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat melalui media sosial seperti Instagram. Pembagian sabun dan pengedukasian cara mencuci tangan dengan benar. Memberikan layanan pendampingan belajar kepada anak SD, SMP hingga SMA secara daring melalui grup WhatsApp. Membagikan masker kepada anak-anak dan mengedukasi cara memakai masker yang benar. Pemberian sabun cuci tangan dan cairan disinfektan kepada Takmir Masjid At-Taqwa. Hingga memberikan tutorial pembuatan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) guna menunjang ketahanan pangan masyarakat. Tujuan semua kegiatan tersebut yaitu agar masyarakat memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat terutama di masa pandemi ini.

Rina Tri Wulandari

Mahasiswa UNS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here