Duka Kuliah Online

0
36
Sumber foto: aimst.edu.my

Merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia membuat kampus-kampus menerapkan sistem kuliah online. Penerapan kuliah online ini bukan berarti dijadikan ajang untuk bersenang-senang dan merayakannya dengan berpergian ataupun nongkrong bersama. Tetapi perlu disadari bahwa kuliah online ini bagian dari penerapan social distancing yang telah ditetapkan pemerintah guna mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19. Tentu dalam pelaksanaan kuliah online banyak kendala yang harus dihadapi para mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh akan penerapan kuliah online yang justru mempersulit mahasiswa. Terkait hal ini saya mencoba mewawancarai beberapa mahasiwa yang ada di beberapa Universitas di Yogyakarta.

Kendala pertama adalah susah sinyal dan keterbatasan kuota. Dalam pelaksanaan kuliah online tentu masing-masing mahasiswa perlu menyiapkan kuota dan sinyal yang cukup agar supaya dapat mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Mungkin bagi mahasiswa yang berada di perkotaan sinyal bukan menjadi masalah dalam kuliah online. Tetapi bagaimana dengan mahasiswa yang berada di daerah pedesaan yang mengalami susah sinyal?

Salah satu mahasiswi Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga Kharisma Dwi Setiani menuturkan bahwa sinyal menjadi kendala terbesar dalam pelaksanaan kuliah online. “Yang pertama pasti masalah sinyal. Aku gak setiap waktu ada sinyal, ada kalanya tidak ada sinyal. Hal yang pernah aku alami karena tidak ada sinyal adalah aku tidak dapat mengikuti pre test praktikum dan aku tidak mendapat nilai dari itu. Terkadang aku juga sering terlambat mengumpulkan tugas dikarenakan susahnya sinyal,” kata Risma.

Tak hanya Kharisma Dwi Setiani saja yang mengalami kendala tersebut. Tentunya banyak mahasiswa lain yang juga mengalami hal tesebut. Menurut saya kendala tersebut sangat berpengaruh pada proses belajar dan juga berisiko pula mendapatkan nilai yang kurang memuaskan disbandingkan dengan mahasiswa lain yang tidak terkendala oleh sinyal.

Kedua, pelaksanaan kuliah online dirasa kurang efektif. Mahasiswi Kimia UGM Sari Solikah menuturkan bahwa kuliah online ini dalam pelaksanaannya kurang efektif. “Dalam pelaksanaannya kurang efektif, disamping itu terkadang juga jadi tidak paham akan materi,” kata Sari. Selain Sari, mahasiswi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Kaulya Elfina Larasati juga berpendapat demikian.

Menurut saya ketidakpahaman materi merupakan kendala yang masih bisa teatasi oleh mahasiswa yang memiliki tekad kuat untuk tetap belajar. Mahasiswa masih bisa mempelajari materi yang disampaikan dengan berbagai sumber lain salah satunya internet. Materi yang sekiranya tidak dapat dipahami melalui membelajaran online, masih bisa dipahami dan diperdalam melalui internet secara mandiri. Tapi lain halnya dengan mahasiswa yang menuruti rasa malasnya, mereka enggan untuk mengkaji lebih dalam materi yang telah diberikan. Dengan itu penting bagi mahasiswa untuk melawan rasa malas tersebut agar supaya materi yang telah disampaikan tetap bisa dipahami dan nilai yang dicapai sebanding dengan yang telah diusahakan.

Ketiga, kuliah online mempersulit mahasiswa yang harus praktikum. Pelaksanaan kuliah online membuat beberapa praktikum harus ditiadakan tetapi ada pula ada yang tetap dilaksanakan. Risma salah satu mahasiswi yang tetap melaksanakan praktikum menuturkan “Praktikum tetap berjalan walaupun tidak praktek langsung. Mahasiswa diminta mengamati secara mandiri,” kata Risma.

Dari beberapa kendala tersebut, penting adanya solusi untuk menanganinya. Salah satunya dalam kendala ketidakpahaman materi, mahasiswa dapat bertanya kepada temannya yang dirasa paham akan materi tersebut atau bisa dengan mengadakan forum online. Selain itu mahasiswa dapat belajar mandiri untuk memahami materi tersebut. Sedangkan untuk kendala kuota, pemerintah telah memberi solusi yaitu dengan penyediaan kuota gratis. Hal ini bisa dimanfaatkan mahasiswa yang terkendala kuota.

Elisa Yuliana

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here