Tantangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0

0
90
Foto: Istimewa

Era Revolusi Industri 4.0 yang dipimpin oleh aplikasi perangkat digital dan proses inovasi yang terjadi dengan cepat merupakan tantangan bagi dunia Pendidikan, sehingga memerlukan tanggapan tepat. Upaya memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat maka Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengadakan Talk Show dengan mengangkat tema Peran Dan Tantangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0. Acara terselenggara di Ruang Seminar Gedung Soekarno Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (6/7/19).

Realita yang terjadi dalam proses pendidikan saat ini ialah penting adanya pendampingan pada generasi sebagai peserta didik untuk terus mengembangkan diri. Seperti diungkapkan oleh Bapak Syamsul Maarif, ST., M.Eng., selaku Wakil Rektor 1 UP45 dalam kata sambutan membuka acara Talk Show. “Kemajuan teknologi berdampak terhadap pembentukan karakter generasi saat ini maka dibutuhkan pendampingan yang tepat untuk menyeimbangkan antara pembentukan karakter dan prestasi”, ungkap bapak Syamsul.

Pentingnya orangtua yang tanggap terhadap tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0, dijelaskan oleh Bapak DR. Armunanto, M.Ph. selaku Staff UNICEF. Munculnya banyak peluang bagi pekerjaan baru yang membutuhkan generasi yang kreatif serta kritis dalam menggunakan teknologi untuk mengolah informasi berdasarkan analisis data yang tepat maka perlu membangun situasi yang kondusif. “Salah satu strategi yang telah dilakukan seperti saat ini di kota Surabaya dan Solo yaitu dengan menciptakan program kota layak anak“, demikian dijelaskan oleh Bapak Armunanto.

Bapak Didik Wardaya, SE., M.Pd., MM., Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu DINAS DIKPORA DIY, menjelaskan bahwa bersatunya revolusi teknologi informasi dan komunikasi dengan globaliasasi, menjadikan dunia semakin terbuka dan semua bidang tumbuh dengan sangat cepat. Generasi pemenang bukanlah generasi yang kuat tetapi generasi adaptif terhadap perubahan. Penting melakukan peningkatan mutu pendidikan agar mewujudkan lulusan yang berkualitas. “Upaya yang dilakukan antara lain yaitu pemanfaatan ICT dan JOGJA BELAJAR (JOGJA CYBER PROVINCY). Implementasi pada orientasi pendidikan berbasis TIK Smart Office dan Pengembangan Web Jogja Belaja”, jelas Bapak Didik.

Upaya menjadi pribadi positif di Era Revolusi Industri 4.0, dapat dilakukan dengan membentuk karakter yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif, demikian dijelaskan oleh Ibu Dessy Pranungsari, S.Psi. M.Psi. Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Individu merupakan mahkluk sosial maka perkembangan kepribadian dibentuk oleh lingkungan. Terjadi frustasi bila ada keinginan yang tidak tercapai, maka pentingnya pengembangan soft skill, potensi diri serta pembentukan karakter melalui pendidikan akhlaq, diungkapkan oleh Ibu Dra. Muslimah Zahro Romas, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Diskusi dan sesi Tanya-jawab dengan moderator Ibenk Hafiz Miraza semakin memicu keterlibatan peserta yang sangat aktif ditunjukan dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan.

Foto: Istimewa

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A., selaku dosen Fakultas Psikologi UP45 mengungkapkan bahwa acara talkshow psikologi yang dihadiri oleh Guru, Mahasiswa, Dosen dan Praktisi dunia pendidikan mampu menjadi forum diskusi yang efektif untuk mendapatkan beragam alternatif solusi terhadap suatu fenomena yang terjadi. Semakin jelas tentang diskripsi bahwa masyarakat memerlukan cara-cara baru untuk beradaptasi dengan dunia baru, suatu dunia dengan sistem baru agar mampu memenangkan persaingan global yaitu data yang diolah menjadi informasi oleh manusia terdidik. “Pemikiran yang disampaikan oleh para pembicara mampu membantu meningkatkan pengetahuan tentang peran dan tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0”, demikian ungkap Wahyu.

Penulis:

Relisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here