ISWI di Jerman: Tradisi dan Transisi

0
52
Penulis bersama delegasi Indonesia, berdiri di samping kiri Ilham A. Habibie. (Istimewa)

Halo, saya Andrea Melissa Visia Rosselini, atau Andrea, mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Melalui tulisan ini saya akan berbagi pengalaman singkat mengikuti ISWI 2019 (International Student Week Ilmenau)  17-26 Mei 2019 di Ilmenau, Thuringia, Jerman di lingkungan kampus Technische Universität Ilmenau (TU Ilmenau).

ISWI (International Student Week Ilmenau) adalah konferensi mahasiswa internasional seluruh dunia yang diadakan setiap 2 tahun sekali, salah satu yang terbesar di Eropa, dan secara spesial dipersembahkan oleh mahasiswa untuk mahasiswa di bawah naungan organisasi mahasiswa ISWI e.V. Perbedaan ISWI dengan acara sejenis adalah fokus ISWI lebih pada kerja kelompok, kuliah umum  dengan menghadirkan narasumber spesial seperti Dr.-Ing. Ilham A. Habibie, MBA untuk tahun ini, dan debat dengan tema menarik tentang isu sosial yang berbeda-beda di setiap tahun penyelenggaraannya.

Tujuan utama ISWI adalah mewadahi anak-anak muda dari seluruh dunia untuk saling berbagi dan mengenal satu sama lain, serta berdiskusi dan bekerjasama membahas isu-isu sosial yang berkembang dewasa ini dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar resmi konferensi.

Topik ISWI 2019 adalah ‘Tradition and Transition’ atau ‘Tradisi dan Transisi’ dengan moto: “Changes and Choices: Good by(e) Tradition?”

Topik ini  bermakna ganda, yaitu “ Good bye tradition”atau “Selamat tinggal tradisi” dan “Good by tradition”  atau “Baik oleh tradisi”. Apakah perubahan dan pilihan kita baik oleh tradisi atau mungkin sudah waktunya untuk mengatakan “selamat tinggal tradisi” dalam beberapa kasus?

ISWI 2019 diikuti oleh 326 peserta dari 72 negara,yang diseleksi dari lebih 2000 pendaftar di seluruh dunia. Pendaftaran ISWI 2019 dibuka menjelang akhir tahun 2018, dan para pendaftar diminta untuk membuat essai sesuai ketentuan di website ISWI. Pemilihan peserta dilakukan langsung oleh organisasi ISWI e.V, dan pengumuman langsung dikirim ke e-mail pendaftar. Selama penyelenggaraan ISWI, peserta tidak dipungut biaya (kecuali keperluan pribadi dan transportasi ke Jerman), akomodasi disediakan dengan sistem host yang diatur pihak komite, dan makanan disediakan di Mensa. Peserta juga diberikan proteksi asuransi oleh pihak ISWI.

ISWI 2019 berlangsung dengan sukses, secara keseluruhan para peserta dibagi dalam beberapa working group yang kemudian mempresentasikan hasil diskusi di puncak acara. Walau demikian, acara ISWI tidak luput dari kendala cuaca ekstrim yang mengakibatkan acara “World Food Festival” yang menampilkan budaya dan makanan khas yang dibawa para peserta dipindah ke Eishalle (gedung olahraga indoor)  dari yang seharusnya berlangsung di tempat terbuka. Satu hal yang paling berkesan dari program ISWI 2019 adalah acara “Time Travel: Begin Your Crafting Adventure!” Para peserta diajak memilih dan mengikuti beberapa workshop seperti membuat kaligrafi Jepang, membuat lilin dengan teknik manual, membuat kerajinan kaca,  mengukir kayu, dan lain sebagainya.

Seluruh rangkaian acara ISWI meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, dan bagi saya pribadi. Acara perpisahan diwarnai keharuan, dengan segala dinamika yang dilalui bersama dengan sahabat baru di ISWI, lagu tema ISWI akan selalu terngiang:

“We love the ISWI, and all participants, from many countries, from many continents, and I love to tell you, you will never be alone”

Andrea Melissa Visia Rosselini, mahasiswi UAJY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here