KKN UAJY│Pengelolaan Jagung Menjadi Selai Jagung

0
61

Program kewirausahaan Pengelolaan Jagung Menjadi Selai Jagung. Melalui program ini diharapkan masyarakat Padukuhan Bejono dapat mengembangkan potensi lokal yang ada. Potensi Pengelolaan Jagung Menjadi Selai Jagung. Banyaknya warga yang memiliki tanaman Jagung bisa dimanfaatkan dan dikembangkan terus-menerus menjadi suatu produk wirausaha yang baru. Program ini memberikan pemhaman bahwa Jagung tidak serta merta dikonsumsi seperti pada umumnya tetapi ada cara lain dalam membuat menjadi olahan makanan lain.


Program kerja membuat Pengelolaan Jagung menjadi selai Jagung dari mahasiswa/i Universitas Atma Jaya Yogyakrata (UAJY) ini diawasi langsung oleh Ibu Dr. Agustina Kiky Anggraini, S.T., M.Eng. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dengan sasaran seluruh warga di padukuhan Bejono. Program kerja ini bertujuan untuk menghadirkan inovasi baru mengenai pemanfaatan Jagung. Jagung yang hampir ada pada semua kebun dan merupakan hasil kebun warga padukuhan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan tetap ada nilai jual.

foto: LPPM UAJY


Adapun pendekatan yang dilakukan oleh pihak UAJY adalah mahasiswa menjelaskan mengenai program kerja yang akan dipraktekan, pelatihan, serta penjelasan terkait manfaat dari aktivitas inovasi berbahan dasar Jagung. Singkatnya adalah mulai dari membersihkan jagung sampai pada pengepakan Jagung ke dalam toples atau kemasan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Padukhan dan peserta yang hadir adalah para Ibu PKK serta anak-anak Padukuhan Bejono. Kegiatan yang mempunyai satu tujuan utama ialah ibu-ibu PKK dan anak-anak mengetahui cara membuat Jagung menjadi selai Jagung.


Menurut Dr. I Putu Sugiarta Sanjaya, S.E., M.Si., Ak CA. kepada SwaraKampus.com bahwa pangan lokal berpotensi sebagai terobosan baru bahan lokal yang bisa bersaing dengan pangan impor. Pada konteks ini yang penting dan harus dikerjakan adalah bagaimana membuat masyarakat bisa paham bahwa pangan lokal juga bisa bernilai guna dan nilai jual tinggi serta bersaing jika ada kemauan dan berani ambil risiko dalam upaya pemanfaatan pangan lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here