Pemilu 2019 Harus menjadi Momentum “Bongkar Pasang”

0
95
Foto: scimexico.com

“Kalau kamu bertemu orang yang tiba-tiba tersenyum ramah, pura-pura miskin, idealis, rajin ketempat ibadah, mungkin dia Caleg” bunyi salah satu meme di media sosial.

Pemilu serentak 2019 kurang dari tiga puluh hari lagi. Pelaksanaan Pemilu kali ini  berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dimana pemilih dihadapkan pada lima kertas suara yang berbeda dalam satu kesempatan. Satu kertas suara untuk Capres/Cawapres dan empat lainnya untuk lembaga legislatif yakni DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. Saat ini peserta pemilu sedang sibuk berkampanye, bersosialisasi dan bertemu masyarakat untuk meraup dukungan sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, pemilih sedang sibuk mencari dan menyeleksi figur-figur tepat yang menjadi pilihannya pada 17 april nanti.

Seleksi ketat

Seleksi yang ketat harus dilaksanakan, pertama pada proses perekrutan Caleg yang dilaksanakan oleh partai politik. Berkaca pada Pemilu 2014. Banyak partai mencomot Caleg mereka tanpa sebuah mekanisme berjenjang. Jelang Pemilu banyak yang mendadak nyaleg. Terlebih jika Caleg yang bersangkutan punya sember daya yang kerap “merangsang” partai untuk mendekatinya. Sejumlah sumber daya tersebut adalah popularitas, uang dan akses terhadap opini media massa (Heryanto, 2018: 332). Caleg yang disiapkan oleh partai politik untuk pemilih haruslah Caleg terbaik dari yang terbaik, memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas. Baik secara intelektual, sikap, dan memiliki kesiapan fisik dan rohani sebagai wakil rakyat. Sehingga hal tersebut dapat memperkecil potensi penyimpangan dan kesalahan.

Apabila hal diatas sudah dilakukan “beban” pemilih menjadi lebih ringan karena Caleg yang disiapkan partai politik adalah Caleg yang benar-benar mumpuni dan kompeten.  Selain itu, pemilih juga diharapkan selektif dalam menetukan pilihan sesuai dengan hati nurani, tanpa terpengaruh pihak manapun dan iming-iming apapun.

Karena semua yang terpilih dalam pemilihan umum ini akan mengatasnamakan kita semua 24 jam sehari, 7 hari seminggu selama 5 tahun kedepan. Semua perkataan, perbuatan yang mereka lakukan adalah atas nama kita semua. Semua Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang mereka buat akan mengikat kita semua (Baswedan, 2015: 147). Jangan sampai Caleg yang kita pilih seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, akhirnya membelot mementingkan kelompok dan golongannya masing-masing.

Rekam jejak

Waktu pencoblosan yang semakin dekat, semua caleg mengeluarkan semua “jurus” kampanye yang dimilikinya untuk merayu dan meraup suara pemilih. Kampanye melalui media massa, terjun langsung di tengah masyarakat sampai memberi bantuan barang dan jasa yang mendukung programnnya kedepan, sehingga semua orang terlihat baik dan ramah. Melihat kondisi ini, pemilih diharapkan selektif membedakan para Caleg. Ada orang baik karena nyaleg dan orang baik karena benar-benar baik. Karena itu, penting bagi pemilih untuk melihat rekam jejak para Caleg sebelumnya. Sederhanya pemilih bisa menentukan kriteria berdasar kontribusi, sikap dan keadaannya sebelum nyaleg. Kriteria tersebut harus diperhatikan oleh masyarakat sebelum menjatuhkan pilihan.

Momentum perubahan

Pemilu 2019 harus menjadi momentum “bongkar pasang” anggota DPR. Membongkar dan menggagalkan anggota DPR periode sebelumnya yang terlihat kurang greget memperjuangkan kepentingan rakyat, apalagi beberapa Caleg yang sudah terindikasi dan terlibat praktik korupsi dan pelanggaran. Kini tugas pemilih untuk memasang “darah baru” yang lebih segar dan mumpuni sehingga dapat memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat, bangsa dan negara dengan sebaik-baiknya. peran rakyat sebagai pemilih sangat besar dalam hal ini. Oleh sebab itu sikap selektif dan kritis pemilih pada Caleg menjadi penting, guna memperbaiki kinerja dan memperjuangkan aspirasi rakyat kedepannya agar kita tidak jatuh kelubang yang sama.

Penulis: Ang Rijal Anas,

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan Pendiri Komunitas Indonesia Itoe Boekoe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here