5 Fakta Dekarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono

0
77
Foto/Istimewa: Capres no urut 01, Joko Widodo sedang bersalaman dengan para simpatisan yang hadir dalam acara Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono, Sabtu, (23/3/2019).

Yogyakarta-Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Dalam deklarasi tersebut, Jokowi dan romobongan menyapa masyarakat dengan mengendarai sepeda ontel dari Bundaran Bulaksumur UGM, tepatnya utara RS Panti Rapih, menuju Stadion Kridosono.

Disambut meriah oleh seluruh pendukungnya, Jokowi sampaikan bahwa dirinya juga pernah ditempa di Yogyakarta. Yogyakarta seakan rumah sendiri bagi mantan Walikota Solo tersebut. Sementara itu, Jokowi juga mengajak pendukungnya untuk melawan segala macam hoaks serta menargetkan peraihan suara sebesar 70 persen di kota Gudeg ini.

Berikut ini fakta lengkapnya:

  1. Dekarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di larang oleh Bawaslu DIY.
Foto/Istimewa: Panita kegiatan Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia saat berfoto bersama di Bumbu Desa, Selasa (12/3/2019).

Bawaslu DIY pada 22 Maret 2019 mengeluarkan surat dengan nomor S.0234/K.BAWASLU-DIY/III/2019 yang ditujukan kepada ketua panitia pergelaran budaya dan deklarasi dukungan paslon capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin oleh Alumni Jogja SATUkan Indonesia. Di dalam surat, tertulis perihal larangan pelaksanaan kampanye oleh pelaksana kampanye yang tidak terdaftar di KPU.

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono menjelaskan bahwa acara deklarasi Alumni Jogja SATUKan Indonesia adalah kegiatan relawan yang tidak terdaftar di tim pelaksana kampanye, tetapi izin yang diajukan oleh panitia adalah kampanye.

“Aturan di KPU bahwasanya yang melakukan kampanye harus dari pihak atau orang yang terdaftar sebagai tim kampanye, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” katanya.

Menurut dia, jika panitia tetap ingin menggelar kegiatan tersebut, tidak boleh ada muatan kampanye pemilu. Selama kegiatan, tidak boleh ada atribut, citra diri, ajakan memilih, dan hal-hal lain yang dimaksudkan untuk kampanye pemilu.

“Kalau memang kegiatan kampanye, kami minta untuk memperbarui surat kepada kepolisian dan diteruskan kepada KPU dan Bawaslu. Surat ini yang mengajukan orang yang terdaftar sebagai tim kampanye, baik di tingkat pusat, provinsi, atau kabupaten/kota,” katanya.

 

2. Dihadiri oleh 30.000 lebih pendukung dari berbagai lintas generasi dan alumni

Foto/Istimewa: Capres no urut 01, Joko Widodo saat menyapa puluhan ribu simpatisan dan para pendukungnya di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019).

Acara deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia ini dihadiri oleh lebih dari 30 ribu orang yang memadati Stadion Kridosono. Pendukung yang hadir merupakan alumni dari berbagai lintas generasi dari berbagai institusi pendidikan di Yogyakarta.

Pendukung yang hadir menyatakan siap memenangkan Jokowi-Amin pada 17 April mendatang karena keduanya telah terbukti menjaga Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, terbukti sebagai pemimpin yang religius, toleran dan nasionalis, memiliki visi pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, menjangkau seluruh wilayah nusantara, serta memiliki komitmen untuk menjalani pemerintahan berdasarkan politik kesejahteraan yang beradab serta

Selanjutnya, dukungan yang diberikan kepada mantan Jokowi dan Ma’ruf karena keduanya merupakan sosok sederhana dan bersih dari korupsi.

 

3. Melibatkan pemilih pemula

Foto/Istimewa: Pembacaan deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia oleh seorang santri dari Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yafi Alfinta di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019).

Dekarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia tidak hanya dipenuhi oleh kalangan politisi, budayawan, TKN ataupun tetua tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari pemilih pemula.

Hal itu terlihat jelas saat seorang santri dari Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yafi Alfinta yang didaulat untuk membacakan deklarasi didampingi orkestra gamelan Djaduk Ferianto, Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya, hingga akhir Slamet Raharjo.

Keterlibatan pemilih pemula dalam dekarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia ingin menunjukan bahwa pasangan Jokowi-Amin deakat, erat dan bergandengan tangan dengan seluruh kepentingan pemilih pemula. Keterlibatan ini diharapan mampu untuk meningkatkan peran serta pemilih pemula di seluruh Indonesia untuk terlibat aktif dalam mendukung pasangan Jokowi-Amin.

 

4. Jokowi sampaikan jika dirinya pernah ditempa dan dididik di kota pelajar.

Foto: Capres no urut 01, Joko Widodo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia, Sabtu (23/3/2019).

Di hadapan para pendukungnya dalam deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia, Jokowi menyampaikan jika dirinya pernah ditempa dan dididik di Yogyakarta.

“Yogyakarta adalah miniaturnya Indonesia dan saya pernah dididik dan ditempa di kota pelajar ini,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Mantan Walikota Solo itu juga mengaku hafal betul berbagai hal yang berhubungan dengan kota gudeg termasuk kawasan dan beragam agenda budaya di wilayah itu.

“Kalau ada yang bertanya kepada saya, Sagan, saya tahu. Kalau ada yang bertanya mengenai Jalan Kaliurang, saya tahu. Kalau ada yang bertanya mengenai Pogung, saya tahu. Kalau ada yang bertanya nonton Sekaten, saya sering,” kata Jokowi sembari disambut dengan tepuk tangan dari para pendukungnya.

 

5. Jokowi lempar jaket bomber ke pendukungnya

Foto/Istimewa: Capres no urut 01, Joko Widodo saat melemparkan jaket bomber yang dikenakannya kepada para pendukungnya yang hadir dalam kegiatan deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia, di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019).

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) melakukan hal tak terduga dalam deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019). Jokowi melempar jaket bomber yang dia pakai kepada para pendukungnya.

Panasnya matahari membuat Jokowi bereaksi dengan membuka Jaket bomber yang dikenakannya di penghujung orasi. Mantan Walikota Solo itu melepas jaket berwarna biru yang ia kenakan dan menggantungkannya di tangan.

Aksi Jokowi ini membuat para relawan dan pendukungnya histeris.

Aksi Jokowi itu kembali membuat suasana menjadi heboh. Para pendukungnya mengangkat tangan untuk bersiap-siap menangkap jaket idolanya itu.

“Mau, mau jaket” tanya kepada para pendukungnya sembari disambut dengan teriakan histeris.

Namun, Jokowi tak segera mengikuti permintaan para pendukungnya. Ia memilih kembali menggoda mereka dengan berpura-pura hendak melempar jaket.

Suasana baru lebih meriah saat Jokowi akhirnya melempar jaketnya tersebut ke kerumunan pendukung yang ada di sisi kiri panggung.

Sontak aksi dorong para warga lakukan demi meraih jaket tersebut.

Reporter: Rian Antony

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here