Menjadi Provokator Literasi

0
77
Foto: Efendi Abdillah Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dengan membaca dan menulis. Literasi juga dapat diartikan lebih luas, yaitu sebagai kemampuan menambah pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks, mampu berkomunikasi secara efektif serta mampu peka terhadap keadaan sosial.

Salah satu ciri-ciri dari negara maju adalah tingginya budaya literasi masyarakatnya, budaya literasi (baca-tulis) merupakan hal yang mendasar bagi setiap individu untuk mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, karena “barang siapa yang menguasai ilmu pengetahuan maka ia akan menguasai peradaban”. Maka semakin tinggi budaya literasi masyarakat dalam sebuah negara, maka akan semakin tinggi juga tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi uang dikuasainya. Hal itulah yang telah dilakukan oleh negara-negara maju di seluruh dunia.

Masyarakat Indonesia masih rendah budaya literasinya, menurut penelitian, dari 61 negara yang diteliti, Indonesia menempati posisi 60 sebagai negara yang tingkat budaya literasi rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya budaya literasi di masyarakat  Indonesia, faktor-faktor tersebut adalah kurangnya kesadaran dari setiap individu terhadap pentingnya budaya literasi, dan kurangnya  peran pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi masyarakat guna meningkatkan budaya literasi.

Kesadaran setiap individu terhadap pentingnya budaya literasi masih sangat rendah. Oleh karena itu harus ada seseorang atau kelompok yang menjadi pegiat literasi, aktivis literasi, penggerak literasi, dan konsen di bidang literasi, atau dapat juga disebut sebagai provokator literasi di masyarakat. Dengan kata lain mereka adalah orang yang benar-benar menyadarkan, memberikan pemahaman, dan memberikan contoh tentang pentingnya budaya literasi di masyarakat.

Oleh karena itu setiap provokator literasi di samping memberikan himbauan dan ajakan secara masif tentang literasi juga harus menunjukan sikap yang profesional sebagai provokator literasi, salah satunya caranya adalah dengan memberikan contoh literasi di depan umum, Karena dakwah yang baik adalah dengan langsung memberikan contoh, bukan hanya dengan perintah atau ajakan saja.

Sebagian masyarakat indonesia adalah mempunyai karakter sebagai peniru. Jadi apabila semakin banyak provokator literasi yang memberikan contoh literasi, maka akan semakin banyak masyarakat indonesia yang meniru hal tersebut dan masyarakat akan sadar tentang pentingnya budaya literasi bagi kehidupan.

Peran pemerintah juga menjadi faktor yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat. Bila diperhatikan, peran pemerintah dalam hal ini masih sangat kecil. Hal ini dapat dilihat dengan minimnya kegiatan-kegiatan yang diadakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi.

Pemerintah seharusnya bergerak lebih masif dalam hal ini, misalnya mengadakan bazar buku-buku murah, memaksimalkan seluruh perpustakaan di setiap daerah, membangun perpustakaan seluruh daerah pelosok, hingga mengadakan forum-forum tentang literasi yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masayarakat indonesia.

Intinya, kesadaran individu dan peran pemerintah  merupakan hal yang paling penting untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat, karena apabila setiap individu mempunyai kesadaran terhadap literasi maka akan tercipta masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

 

Penulis, Efendi Abdillah

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here