Membangun Masyarakat Sadar Bencana

0
25
Foto: Ayyatul Ma’rifah Mahasiswi Administrasi Negara Universitas Negeri Yogyakarta

Musibah bencana kembali melanda dan silih-berganti menghantam bumi Indonesia. Belum habis ingatan kita mengenai bencana di Lombok dan Donggala, Palu. Lagi-lagi masyarakat Indonesia dikejutkan dengan bencana yang melanda sebagian Wilayah Selat Sunda.  Ratusan jiwa meninggal, berbagai fasilitas rusak, dan harta benda melayang. Belum lagi trauma fisik dan psikologi yang membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Tentu saja rangkaian peristiwa ini mengancam dan mengganggu pola kehidupan normal masyarakat pada seluruh aspek kegiatannya.

Bagaimanapun manusia dan teknologi secanggih apapun tidak dapat memprediksi dengan tepat kapan dan di mana bencana akan datang. Permasalahan tersebut menyadarkan kita untuk kembali berbenah dan bersiap diri menghadapi segala kemungkinan musibah bencana. Oleh karenanya, menjadi penting adanya pengelolaan masyarakat sadar bencana sekarang ini. Masyarakat sadar bencana dimaksudkan sebagai masyarakat yang memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kepedulian pada lingkungan serta kesadaran bersikap dan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di wilayah yang terdampak bencana.

Masyarakat perlu mengetahui bahwa bencana dapat dikelola sehingga dampaknya dapat diminimalisir dan dikendalikan dengan bijak. Pengelolaan masyarakat sadar bencana ini harus di integrasikan oleh semua pihak, baik pemerintah daerah, aparatur sipil, dan masyarakat. Penggelolaan tersebut bukan hanya sekadar memulihkan keadaan namun juga pada pemulihan tata kehidupan masyarakat setelahnya. Pendidikan bencana menjadi jalan strategis bagaimana penanganan bencana sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Pengurangan resiko bencana dapat dilakukan dengan inovasi, pemanfaatan IPTEK dan juga pendidikan yang terarah melalui aksi.

Penyadaran masyarakat dapat dilakukan dengan integrasi aksi diantaranya; Pertama, meningkatkan dialog antara pemerintah dan masyarakat mengenai terminologi dan resiko bencana dalam suatu daerah. Wawasan mengenai akses informasi kebencaan ini sangat penting bagi masyarakat mengingat tidak semua masyarakat paham akan risiko kebencanaan. Kedua, mempelopori pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana di seluruh aspek masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan pengembangan program-program yang kontinuitas, seperti program penerapan kurikulum sekolah siaga bencana, pelatihan dan simulasi bencana di masyarakat, dan akses pelatihan menjadi sukarelawan bencana. Ketiga, mengkaji kembali prediksi bencana dengan analisis resiko bencana di suatu wilayah. Keempat, kampanye penangulangan bencana melalui media komunikasi digital, media cetak, media sosial, radio, televisi dan lain sebagainya.

Di dalam implementasinya, aksi-aksi tersebut dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal dan non-formal serta adanya kerjasama antar instansi pemerintah dan pimpinan agama atau tokoh serta pemuda, juga organisasi masyarakat. Keterlibatan dalam aksi-aksi tersebut juga perlu memperhatikan aspek pemahaman sebagai landasan masyarakat sadar bencana yaitu; pemahaman mengenai penanganan awal bencana (perorangan, keluarga, RT/RW), dan bagaimana peran masyarakat dalam membantu masyarakat lain yang terdampak bencana serta tindakan apa saja yang perlu dilakukan saat bencana terjadi. Pengembangan masyarakat sadar bencana juga seputar jenis dan karakteristik bencana itu sendiri, faktor penyebab, kesiapan, kesiagaan dan tanggap darurat bencana.

Pengelolaan dan pendidikan bencana perlu digalakkan bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas kesadaran bencana di Indonesia. Sebagai salah satu jalan menyikapi kejadian bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Peran aktif masyarakat dan pihak terkait sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana agar optimal dan terkoordinasi dengan baik, sehingga mitigasi bencana akan dipahami oleh masyarakat serta dampak buruk bencana dapat diminimalisir.

Penulis: Ayyatul Ma’rifah

 

Mahasiswi Administrasi Negara

Universitas Negeri Yogyakarta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here