Ada Apa dengan Pendidikan Indonesia?

0
28
Foto : Shafira Arifah Putri Mahasiwa Universitas IAIN Surakarta Fakultas Syariah Jurusan Hukum Keluarga

Saya sebagai mahasiswa tentu sudah pernah merasakan getirnya kehidupan di sekolah. Kurikulum yang tidak menentu, kebijakan sekolah yang memberatkan, hingga perilaku berisiko kekerasan seperti bullying misalnya yang telah “ditolerir” dalam kehidupan setiap siswa. Dengan tulisan ini saya mencoba ingin memberi pemikiran kepada para pembaca, dalam upaya untuk membedah sistem pendidikan dalam hal upaya menguatkan pendidikan di Indonesia.

Mengenai hal tersebut pendidikan di Indonesia bersifat stagnan, Mengapa saya katakan demikian? karena pada masa SD selama 6 tahun lamanya, seharusnya anak dapat membentuk manajemen diri dan eksplorasi lingkungan. Namun ternyata anak hanya dikejar oleh prestasi yang banyak, rangking di kelas, hingga ujian nasional dengan momok yang menakutkan. Tentu saja saya tidak dapat menyalahkan pemerintah terkait dengan sistem serta kebijakan yang telah diberlakukan.

Beranjak pada masa SMP disinilah terjadi proses remaja, lagi-lagi tidak terjadi perubahan yang signifikan hanya terjadi perubahan pada seragam putih merah beralih pada seragam putih biru. Mungkin jika kita belajar mengenai manajemen diri dan eksplorasi lingkungan sekitar, rasa ingin tahu yang sangat besar muncul pada masa ini sehingga kita dapat menemukan dan mengembangkan passion atau bakat. Ujian nasional memang sangatlah penting karena menjadi tolok ukur sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh setiap para siswa dan parahnya jerih payah keringat para siswa hanya ditentukan dalam kurun waktu 4 hari saja.

Saat masa SMA terjadi proses perkembangan dimana seorang pribadi mencari jati diri mereka, penanaman nilai-nilai moral pada masa SMA sangatlah penting. Hal ini untuk membekali mereka di lingkungan masyarakat yang lebih luas lagi. Selain mencari jati diri, mereka juga ditakutkan oleh ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Andai saja secara runtut dimulai dari manajemen diri, eksplorasi lingkungan, hingga menemukan bakat atau passion tentu para siswa sudah mampu merancang masa depan.

Apa pentingya merancang masa depan? Bagi saya, merancang masa depan yaitu mampu menuntut seorang siswa dalam menuju proses suatu tujuan kehidupan pribadinya serta kepada tujuan bangsa. Tidak hanya berkutat pada ujian nasional yang menakutkan serta seakan-akan menentukan hidup dan mati seorang siswa. Tetapi juga perlu untuk merancang masa depan yang tidak sembarang dilakukan.

Anehnya, pada saat kita memasuki perguruan tinggi kita baru mengenal apa itu manajemen diri, eksplorasi lingkungan, menemukan bakat hingga merancang masa depan. Miris memang, pada masa ini semua hal yang sangat penting dalam proses pendidikan manusia terjadi dalam satu masa yakni hanya dalam kurun waktu 4 tahun saja. Semua kita gali dan kita tanam pada masa ini. Lalu bagaimana dengan pembelajaran yang kita dapatkan selama masa SD, SMP, dan SMA?.

Tentu sebagian besar mereka lupa, karena sistem pendidikan Indonesia hanya mementingkan target tanpa mau tahu bagaimana pentingnya peranan proses pendidikan dalam kehidupan seseorang. Pantas saja, jikalau pendidikan di negara Eropa lebih berkembang pesat dan maju karena pada masa kuliah ini, mereka hanya perlu membangun dan mematangkan core skill diri dari apa yang mereka sudah dapatkan.

Inilah kunci utama sumber daya manusia optimal yang diterapkan oleh bangsa maju kebanyakan. Hal ini sangat perlu diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia yang tidak melulu mementingkan ujian nasional dan sekelumit permasalahan pendidikan yang sangat layak dibenah agar segera dapat di progresskan ke arah yang lebih baik.

 

Penulis : Shafira Arifah Putri

Universitas IAIN Surakarta, Fakultas Syariah Jurusan Hukum Keluarga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here