Indonesia Bird Con 2019 berikan Pengalaman dan Pengetahuan baru tentang Dunia Burung

0
92
Foto: Istimewa

Yogyakarta–Hari kedua penyelenggaraan Indonesia Bird Con (IBC) 2019 masih berlangsung dengan meriah. Area Bird Zone menjadi salah satu highlight di IBC 2019, dimana para pengunjung dapat berinteraksi dengan burung-burung secara langsung.

Tempatnya yang terletak di area indoor dekat pintu masuk membuat mata pengunjung tertuju dengan beragam jenis burung yang ada. Di sini, para pengunjung bisa berfoto bersama burung di dalam sangkar yang besar selama 5 menit.

Sementara itu, di area outdoor juga berlangsung berbagai kompetisi, mulai dari Singer Contest Beauty Contest untuk finch, love bird dan budgie, juga Free Fly Contest dari berbagai kelas. Peserta di hari ini terlihat semakin banyak dan begitu bersemangat dalam mengikuti kompetisi yang diselenggarakan.

Sesi seminar dan sharing session juga diminati para pecinta burung dan pengunjung yang hadir di IBC 2019.

Pada hari ini, sesi talkshow dibuka bersama ABK Ngawi yang membahas tentang Gouldians Finch, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai bagaimana cara beternak burung finch dan love bird di acara sharing session.

Tidak ketinggalan, talkshow dengan Andy Hoo yang membahas tentang sukses beternak burung macau juga cukup menarik perhatian para pecinta burung dan pengunjung IBC 2019. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari APBN (Asosiasi Penangkar Burung Nusantara) yang membahas tentang Konservasi dan Bisnis yang Bersinergi, dan dari Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta yang membahas tentang Manajemen Kesehatan Burung.

Pembahasan dengan berbagai macam tema yang menarik ini menemani pecinta burung dari pagi hingga malam hari.

Tema yang beragam ini tidak hanya sebagai tempat untuk berekreasi, tapi juga untuk menambah wawasan pengunjung tentang dunia burung.

Salah satu yang menjadi sorotan di hari kedua ini adalah mulai dipamerkannya jasad burung Love Bird legendaris bernama “Kusumo” milik H. Sigit asal Klaten yang sudah diawetkan. Kusumo si burung Love Bird ini sudah mendapatkan banyak penghargaan dan menjuarai kontes burung tingkat regional dan nasional lebih dari 400 kali.

Dan pada masa keemasannya, Kusumo si burung Love Bird ini pernah ditawar hingga harga 2 Milyar, tetapi tidak diberikan oleh pemiliknya.

“Melihat dari banyaknya konten menarik yang di industri ini, Indonesia Bird Con merupakan acara yang berpotensi untuk dikembangkan di tahun depan, karena banyak hal yang masih bisa digali lagi sehingga bisa menjadikan IBC sebagai pameran burung paling bergengsi di Indonesia,” ungkap Bramantya, Project Officer IBC 2019.

Reporter : Rian Antony

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here