Mahasiswa S2 UAD Gandeng SD Mucan Adakan Workshop STEM Education

0
62
Foto: Istimewa

Di gedung SD Muhammadiyah Macanan, Ngemplak, sekitar 75 orang kepala sekolah dan guru SD tampak mengikuti workshop STEM Education, Sabtu (2/2). Workshop yang diselenggarakan oleh mahasiswa S2 Program Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan ini merupakan salah satu wujud tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

Demikian yang disampaikan oleh Ketua Panitia Acara, Ailis Safitri SHi. Ailis pun menambahkan bahwa  kegiatan sekaligus memenuhi tugas kampus yang dibebankan kepada mahasiswa S2 nya, “Saya kira tugas yang bermanfaat dan sangat positif, karena peserta guru mendapat pengetahuan hingga keterampilan dari dosen-dosen di UAD,” terang Ailis yang juga kepala sekolah SD Muhammadiyah Macanan.

Sementara itu, Dr Edi Susatya MPd, sebagai dosen pembimbing dari PPd Manajemen Pendidikan UAD menyampaikan, di era revolusi industri 4.0 ini kecakapan sekolah abad 21 meliputi: literasi dasar; karakter (PPK), dan kompetensi (berkait dengan  SDM, guru).

Edi menambahkan, yang dimaksud dengan guru profesional itu diukur dari 7 komponen: penguasaan ilmu agama; pendagogi (ilmu pendidikan); kompetensi profesi; kepribadian; sosial; mampu memotivasi, dan; bertaqwa dan beriman, “Guru dituntut menjadi profesional , mengikuti perkembangan zaman namun juga kepribadian serta nilai iman yang kuat,” ujar Edi dalam sambutannya.

Sedangkan Yudhi Wardana, mewakili PCM menekankan pentingnya guru memahami  dunia yang tengah berubah dengan cepat, ” Baru saja kita belajar revolusi industri 4.0 (R4) yang dilahirkan China, kini muncul lagi Social Culture 5.0 (S5) oleh Jepang. Guru sebagai penentu masa depan anak harus memahami benar soal ini,” tegas Yudhi.

“Bisa kita bayangkan jika semua berganti online dan sekarang ada robot sebagai pengganti manusia, diprediksi 52,6 juta pekerja akan kehilangan pekerjaan. Di sini peran guru menjadi penting dalam mencetak generasi ke depan agar lebih kreatif. Salah satu caranya dengan merubah metode belajar. Di Finlandia, waktu mrngajar guru sedikit, selebihnya banyak belajar bersama siswa,” terang Yudhi.

Workshop sendiri menghadirkan dua pemateri, yakni Ari Hastarti SPd (Implementasi Pembelajaran STEM) dan Erni Supatmiyati SPd Si (Pendidikan Abad 21 dan Filosofi STEM). Secara bergantian pemateri menyampaikan apa dan bagaimana STEM tersebut. Banyak peserta mengaku sangat antusias justru karena belum mengenal STEM sebelumnya.

Erni menjelaskan bahwa sesungguhnya metode STEM sudah diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia, “Bahkan di sekolah anak saya di Sleman. STEM itu  menggabungkan 4 keilmuan sekaligus dalam sebuah matpel, yakni: science, technology, enginering dan math. Di sini dikenal dengan istilah tematik,” jelas Erni yang juga seorang guru. (Awib)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here