Divhumas Polri Ajak Mahasiswa Cegah Hoax

0
63
Sumber foto: makeawebsitehub.com

Teknologi yang semakin terus berkembang, membuat arus informasi yang beredar di masyarakat melalui media sosial tidak terkontrol dan sangat terbuka. Tak jarang informasi yang beredar adalah informasi yang tidak benar dan mengarah pada konten negatif.  

Menanggapi penyebaran berita bohong atau hoaks dan konten negatif lainnya yang semakin masif, Divisi Humas Polri menyelenggarakan Public Gathering bekerja sama dengan Humas Polda Jateng. Diselenggarakan 16-17 November 2018 di Atria Hotels Magelang, Divhumas Polri mengundang 100 mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang. Mahasiswa-mahasiswa tersebut datang dari Universitas Negeri Semarang (42 orang), Universitas Diponegoro (25 orang), Universitas Islam Sultan Agung Semarang (14), Akademi Kesejahteraan Ibu Kartini Semarang (10), Universitas Dian Nuswantoro (6), Unika Soegijapranata (3).

Hari pertama public gathering diselenggarakan  16 November 2018, di dalamnya termasuk diskusi publik dengan tema “Upaya Pencegahan Terhadap Konten Negatif di Era Keterbukaan Informasi Publik”. Hadir sebagai pembicara Plt. Kepala Biro Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza; Ketua Komisi Informasi Publik Jawa Tengah, Drs. Sosiawan; staf ahli delik-hukum.com, Diantori, S.H., M.H., M.M., C.L.A.

Masing-masing pembicara menyampaikan materi upaya pencegahan konten negatif di ruang publik melalui perspektif yang berbeda-beda. Noor Iza mengatakan Kominfo telah melakukan banyak upaya untuk memberi informasi yang baik dan berkonten positif. Diakuinya, masih banyak pekerjaan dan tugas dalam pencegahan konten-konten negatif di masyarakat, tetapi Noor  berharap masyarakat membantu Kominfo mencegah penyebaran informasi tidak benar dan konten negatif lain.  Sosiawan menyampaikan pandangannya mengenai UU Keterbukaan Informasi. Ia beranggapan bahwa cukup banyak masyarakat atau publik belum mengerti peraturan perundangan yang tertuang dalam  UU No. 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. Diantori berbicara  tentang teori “mens rea (niat jahat) dan actus reus (aksi jahat)” di media sosial. Yaitu niatan dan perilaku  untuk tindakan kriminal atau pidana yang dapat dikenakan sanksi pasal 310 KUHP dan UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hadir pula sebagai perwakilan Kapolda, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes. Pol. Agus Triatmaja. Dalam sambutannya ia berharap mahasiswa menjadi agen-agen di masyarakat. Agen yang dimaksud adalah mahasiswa ikut berperan mengajak masyarakat  mencegah penyebaran konten negatif. Hal senada disampaikan  Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumen Biro PID Divisi Humas Polri, Kombes. Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, sebagai perwakilan Kadiv Humas Polri.

Pencegahan dan penindakan hukum  penyebaran konten negatif tidak bisa hanya mengandalkan  Direktorat Cyber Crime Polri. Semua elemen masyarakat turut serta berperan.  Ia menjelaskan mengapa eksekusi penindakan hukum  penyebar konten negatif  sulit dilakukan. Hal ini dikarenakan Polri harus berhati-hati dalam eksekusi. Masyarakat terkadang tidak menyadari bahwa yang disebarkan adalah konten negatif. “Begitu diterima, dibaca, terlihat menarik dan dinilai penting untuk disebarkan, langsung di-share. Dah ndak lihat apakah benar atau perlu diselidiki lebih lanjut”, kata Pudjo saat ditanya oleh seorang mahasiswa peserta.

“Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Divisi Humas, concern menghadapi penyebaran konten negatif di media massa. Tapi kita semua tidak bisa hanya berpangku pada direktorat-direktorat yang ada  yaitu Direktorat Multimedia, Direktorat Keamanan Khusus, Direktorat Cyber Crime, termasuk dalam Divisi Humas Polri. Kita semua yang ada di negara ini harus bersinergi mencegah penyebaran konten-konten negatif.”, tutur Pudjo sebagai closing statement-nya.

Sumber foto: coe.int

Hari kedua, 17 November 2018, peserta diajak  semakin mengenal pariwisata di daerah Kabupaten Magelang. Setelah shalat subuh panitia membawa para peserta ke Punthuk Setumbu, di area sekitar Candi Borobudur. Pemandangan alam meliputi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, serta Perbukitan Menoreh, dan tak lupa Candi Borobudur, melengkapi pemandangan sun rise yang mendung. Sepulang dari Punthuk Setumbu, peserta kembali ke hotel untuk persiapan check out. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan, yaitu outbond dan rafting di Sungai Elo.

Banyak peserta merasa senang dan terkesan dengan kegiatan Public Gathering yang diselenggarakan  Divisi Humas Polri. “Ya, yang jelas saya mendapat banyak hal, dari ilmu saat diskusi publik tentang pencegahan konten negatif di media sosial, kemudian kenalan-kenalan baru lintas universitas dan pengalaman-pengalaman baru selama kegiatan ini. Seneng deh!” ujar Ivan, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro. Demikian juga yang diharapkan  Agus Satriobumi, koordinator kegiatan. “Kami berharap, apa yang Polri berikan, panitia berikan, bisa menjadi bekal hidup teman-teman mahasiswa menghadapi kondisi sosial-politik di masyarakat.” (AKI)

Alfa Karunia Imanuel,
mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here