Semangat Kebangsaan di Era Milenial

0
212
Foto: istimewa

“Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan. Yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia.” — Sutan Syahrir

Selamat Hari Pahlawan untuk kita semua! Berangkat dari kutipan Bung Sutan Syahrir, saya ingin bertanya kepada kita semua, para kawula muda–mahasiswa, bagaimana semangat kebangsaan kalian? Silakan jawab dalam hati dan saya harap kalian tidak gagap dalam menjawabnya.

Berkumpul untuk memikirkan negeri ini saja dianggap ‘aneh’ apalagi ditanya tentang semangat kebangsaan. Pudarnya semangat kebangsaan atau tidak ada sama sekali semangat itu membuat mahasiswa saat ini kehilangan jati dirinya.

Pesatnya arus globalisasi membuat para mahasiswa lebih memikirkan lifestyle-nya agar sesuai dengan tuntutan zaman. Hal itu  lebih penting daripada harus duduk berdiskusi, bertukar pendapat dengan yang lain memikirkan permasalahan negeri ini.

Mahasiswa saat ini saya rasa tidak tahu  masalah petani Kendeng yang berjuang menolak pabrik semen, sejumlah warga Kulonprogo yang menolak pembangunan NYIA sampai Aksi Kamisan yang memperjuangkan  diungkapnya pelanggaran HAM dalam pembunuhan wartawan Bernas Fuad M Syafruddin alias Udin. Tetapi jika ditanya gosip saat ini seperti kenapa Awkarin out dari Instagram, Rachel Venya jalan-jalan sama Xabiru sampai Dewi Persik ribut sama keponakannya mungkin lebih paham.

Saya tidak mengatakan memikirkan Awkarin out dari Instagram itu tidak penting. Tetapi masih ada hal yang lebih penting, yang perlu kita pikirkan dan kelak hasil pemikiran tersebut dapat dilakukan.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual dengan menggunakan akal sehatnya seharusnya menjadikan semangat kebangsaan  sebagai bagian dari fondasi idealisme. Dengan ditopang rasa keadilan dan kemanusiaan, mahasiswa  akan menjadi pahlawan-pahlawan kecil bagi sekelilingnya.

Pahlawan bukan lagi didefinisikan sebagai orang yang berjuang melawan penjajah menggunakan bambu runcing untuk mencapai telos-nya yakni kemerdekaan. Tetapi bagaimana kita semua mau meluangkan waktu walau hanya sedikit untuk memikirkan nasib kaum-kaum tertindas dan marjinal, dan apa yang dapat kita lakukan untuk mereka.

Pasti ada yang bertanya, “Bagaimana cara  membangun semangat kebangsaan?” dan “Bagaimana memulai berbuat untuk bangsa?”

Banyak cara untuk membangun semangat kebangsaan, tetapi satu hal yang harus menjadi alasan untuk membangun semangat kebangsaan, yakni mencintai negeri ini. Jangan jadikan diri kita terkutuk lahir di Indonesia. Dengan fenomena-fenomena yang ada saat ini, kita harus sama-sama berdamai dan bertekad bahwa itu merupakan tanggungjawab kita Bersama,  harus kita ubah di masa yang akan datang.

Lalu, bagaimana memulai berbuat untuk bangsa? Jika kita berada dalam circle pertemanan yang memiliki gaya hidup ‘kapitalis’ mulailah perlahan masuk dalam jaringan ‘sosialis’ tanpa harus meninggalkan ekosistem sebelumnya. Salah satu cara yang mudah berbuat untuk bangsa yaitu, sebagai kaum intelektual, penting bagi kita kritis akan isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Pendapat yang kita bangun dengan akal sehat yang kita miliki, menjadi konsumsi yang baik bagi masyarakat agar tidak termakan omongan bual oknum politisi yang menjadikan masyarakat sebagai objek dari kepentingan mereka, sehingga akhirnya masyarakatlah yang dicederai.

Pada hari Pahlawan ini, mari kita menjadi pahlawan-pahlawan kecil di sekeliling kita. Melalui semangat kebangsaan yang kita miliki, kita membuat gebrakan bagi bangsa ini. Kubur sikap cuek terhadap bangsa ini. Saatnya menanam dan memupuk semangat kebangsaan,  agar kelak kita dapat menuainya untuk melakukan perubahan-perubahan yang besar bagi bangsa ini. Demi kedaulatan, kemakmuran dan kesejahteraan NKRI!

“Di mana pun, yang memperbarui itu selalu generasi muda.” — Y. B. Mangunwijaya

Doby Agustinus Situmorang

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here