10 Pemain Indonesia Paksa UEA Angkat Koper Lebih Cepat

0
162
Foto: Istimewa

Stadion GBK benar-benar bergelora malam itu (24/10), paska Timnas U19 berhasil memulangkan UEA sekaligus membalas kekalahan Timnas dari tim yang sama di ajang Asian Games lalu.

Dalam pertandingan tersebut tidak salah jika best player disematkan ke pundak Witan Sulaeman. Pemuda asal Palu tersebut bermain ciamik beberapa kali gerakan dengan dan tanpa bolanya mengecoh pemain lawan.

Sebiji gol yang dilesakkan Witan menjadi golden gol yang cukup mengantarkan Garuda Muda melaju ke babak 8 besar menghadapi Jepang. Sedangkan UEA sendiri harus angkat koper setelah kemenangan di dua partai awal yang sia-sia.

Sebelum pertandingan, UEA jauh diunggulkan dan diprediksi akan mudah melumat Indinesia. Hal ini berdasar sejarah pertemuan di mana UEA unggul dibanding Indonesia.

Ditambah lagi hasil meyakinkan di dua partai awal mereka mengalahkan lawan-lawannya, vs Qatar (2-1) dan vs Taiwan (3-1). Kejemawaan UEA yang dianggap sudah pasti lolos ke babak berikut berubah menjadi petaka.

Meski harus menghadapi Indonesia sebagai tuan rumah yang didukung suporter fanatiknya, mereka cukup pede untuk setidaknya menahan seri saja Indonesia.

Alih alih ke babak berikutnya, UEA lupa mereka tengah menghadapi banteng ketaton yang sedang luka akibat kekalahan tipis 5-6 dari Qatar di partai sebelumnya beberapa hari lalu.

Indonesia tampil ngotot dan mengimbangi permainan disiplin UEA. Berbagi seranganpun terjadi dan justru Indonesia lebih unggul dari statistik penyerangan. Salah satunya berhasil mengoyak jala UEA melalui aksi individu Witan yang terbilang nekad menerobos barikade pertahanan UEA.

Unggul satu gol, Indonesia tidak mengurangi tempo serangan dan beberapa kali Egy dkk mampu membuat kocar-kacir barisan belakang lawan. Indra Sjafri selaku pelatih tampaknya berhasil merubah gaya main Timnas menjadi lebih efektif.

Hingga sekitar 4 menit memasuki babak kedua, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Penonton yang menyaksikan sempat redup sorak-sorainya, karena menganggap akan berat perjuangan lolos 8 besar, yang terakhir dilakoni timnas Indonesia 40 tahun yang lalu.

Kembali Garuda muda menunjukkan semangat pantang menyerahnya baik dalam bertahan maupun sesekali melancarkan serangan balik cepat. Witan dan Rivaldo menjadi dua pemain yang benar-benar harus ekstra dijaga karena kerap merepotkan lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, tidak tercipta satu pun gol tambahan. Para pemain Indonesia tampak berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran melakukan doa syukur. Sementara pemain UEA lunglai bahkan ada yang harus dibujuk karena menangis menyesali kekalahan.

Selamat Garuda Muda. Selamat Timnas Indonesia U19. Kalian telah menunjukkan semangat pantang menyerah membela negara. Kalian telah mengajarkan bagaimana berjuang dari misi yang hampir dikatakan tidak mungkin. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here