Mahir Menulis, Citra Guru Profesional

0
65
Sumber foto: dailygenius.com

Ingin melihat dunia membacalah
Ingin dilihat dunia menulislah
Ingin mengubah dunia menelitilah (Suwanto, 2018)

Guru selalu hadir sebagai pendidik generasi bangsa.mereka mentransfer pengetahuan kepada anak didik agar kelak menjadi sumber daya penerus cita-cita pembangunan bangsa.

Guru adalah orang-orang yang memberikan pengaruh baik, teladan, akhlak mulia dan ilmu pengetahuan, yang semuanya dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Guru memiliki kemampuan menyampaikan berbagai hal yang rumit menjadi mudah. Sebagai guru juga dituntut untuk jauh lebih kreatif, jika tidak kreatif pembelajaran akan berjalan monoton dan membosankan, sehingga anak akan merasa malas dan mempengaruhi tingkat kesuksesan dalam pembelajaran.

Guru adalah profesi terbuka. Siapa saja dapat dan boleh menjadi guru dalam artian bahwa siapa saja yang dapat berdiri di depan kelas tanpa mempunyai pengetahuan dan ketrampilan profesional boleh menjadi menjadi guru. Selain itu seorang guru dituntut untuk menjalankan tri darma, yang salah satunya adalah memperbanyak pengalaman dalam penulisan ilmiah.

Dalam bukunya, Tarigan mengatakan, menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata, dengan demikian maka keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur.

Namun, tidak dipungkiri jika kita simak masih banyak para pendidik (guru) masih merasakan asing dengan kepenulisan ilmiah. Segala upaya untuk memotivasi para guru melalui seminar di lintas guru sudah digalakkan, sampai jika ada salah satu dari guru yang memuat tulisan di jurnal mendapat reward plus dari atasan juga dilaksanakan.

Hakikat menulis, menurut Tarigan, merupakan suatu kegiatan menulis yang diperlukan penglihatan dan gerak tangan. Sedangkan dalam berbicara diperlukan pendengaran dan pengucapan. Artinya, dengan perkataan lain, menulis merupakan komunikasi tidak langsung sedangkan berbicara merupakan komunikasi langsung. Baik menulis atau berbicara harus memperhatikan komponen-komponen yang sama, yaitu struktur kata, kosa kata dan kelancaran umum. Bedanya adalah kalau menulis berkaitan dengan ortografi, maka berbicara berkaitan dengan fonologi.

Berbicara dan menulis banyak mempunyai kesamaan umum, maka sejumlah ahli memasukkan kedua keterampilan berbahasa ini ke dalam retorik. Retorik merupakan penggunaan secara tepat guna mengkomunikasikan perasaan yang sejati dan gagasan-gagasan yang sehat serta masuk akal.

Kemampuan menulis sangat penting bagi guru. Melalui kemampuan menulis, citra positif guru sebagai sosok model bagi siswa akan terlihat profesionalitas dan kecendekiawannya., tolak ukur kecendekiaan seorang guru lebih banyak ditentukan oleh karya tulis yang telah dihasilkan oleh para pendidik.

Karenanya sudah saatnya para pendidik menganjurkan guru atau dosen untuk mempublikasikan karya ilmiahnya melalui jurnal ilmiah. Laporan hasil penelitian akan lebih bermanfaat jika dipublikasikan. Yang membuat juga memperoleh angka kredit. Mengungkap bagaimana menelusuri sumber ilmiah dan etika pengutipannya.

Era informasi dengan banjirnya informasi digital dinilainya rawan manipulasi maupun plagiarism. Sebagai pelaku kondisi problematika di kelas dalam pembelajaran guru lebih mengetahui persis bagaiaman menangani persoalan tersebut dan lalangkah baiknya di tulis secara ilmiah dan di dokumentasi dalam beberapa jurnal. Sebagai pendidik mengawal membangun peradaban melalui pena sebagai pemikiran yang mencerahkan dan berkemajuan. Semoga

Naimatus Tsaniah
mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here