Pentingnya Calon Parlemen Berjiwa Pancasila

0
130
Foto: Istimewa

Usaha membangun parlemen yang memiliki kinerja yang bernafaskan Pancasila tidak terlepas dari peran setiap partai politik. Calon parlemen akan menjalankan kinerja berbasis Pancasila harus diawali dan ditumbuhkembangkan dalam dinamika pengelolaan internal partai politik itu sendiri. Tata kelola dalam partai politik harus senantiasa didasari nilai-nilai Pancasila secara sungguh-sungguh seperti menyangkut aspek keadilan, persatuan, saling menghargai dan musyawarah mufakat.

Saat ini, beragam masalah dihadapi partai politik dalam tata kelola sehingga partai politik hanya mendapatkan calon parlemen dengan jalan yang instant. Orang yang terkadang kuat daya dukung ekonominya akan secara mudah lolos sebagai calon legislatif dan menjadi anggota parlemen. Partai harus memikirkan aspek recruitment dan kaderisasi secara tepat untuk melahirkan calon legislatif yang memiliki jiwa dan prinsip Pancasila dalam mengemban tugas-tugas pokok legislatif.

Demikian pernyataan Drs Budi Utama MPd selaku salah satu nara sumber dalam “Public Talk” dengan tema “Tata Kelola Pemilu dan Tantangan Parlemen Pancasila” sebagai rangkaian penutupan Purna Internship Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) di Aula Media Center Bawaslu DIY, Rejowinangun Kotagede Yogyakarta, Senin (2/7) dengan nara sumber antara lain Bagus Sarwono, MPA selaku Ketua Bawaslu DIY, Dr Bening Hadilinatih MSi selaku Dekan Fisipol UP45 Yogyakarta dan Drs Budi Utama MPd selaku Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Periode 2012-2015.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai kalangan baik pengurus partai politik, calon legislatif, civitas akademika kampus dan kelompok-kelompok masyarakat seperti karang taruna dan jajaran pemerintahan ini terselenggara atas kerjasama Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY. “Partai politik seharusnya selektif untuk memilih calon legislatif yang telah mapan dalam berbagai hal terutama urusan ekonominya sehingga nilai-nilai dasar Pancasila dapat benar-benar dijalankan dalam tugas legislatifnya ,”ujar Budi.

Sedangkan Dr Bening Hadilinatih selaku Dekan Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengatakan bahwa ,” peran legislatif atau parlemen sangat strategis dalam mewujudkan visi Indonesia masa depan karena anggota parlemen sebagai pihak yang harus berperan dan bertanggungjawab atas penentuan kebijakan publik. Parlemen merupakan hulu dari kebijakan negara. Oleh karena itu anggota parlemen yang diharapkan dimasa depan adalah parlemen yang mampu mewujudkan kebijakan publik yang secara kualitatif dan substantif merujuk pada nilai dan spirit yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

Foto: Istimewa

Transformasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi agenda yang sistematis dan terlembagakan dan prioritas bagi jiwa anggota parlemen. Hal ini penting karena parlemen sebagai arena kontestasi berbagai kepentingan politik ditengah sistem politik yang menempatkan partai politik sebagai sumber utama dalam recruitment suprastruktur politik negara terutama jabatan publik dan legislatif. Untuk itu, penting dan diharapkan calon parlemen kedepan yang memiliki semangat integrasi dan berintegritas untuk melahirkan kebijakan publik yang dijiwai spirut nilai-nilai Pancasila.” tegas Bening.

Adapun Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, MPA berharap proses pencalegan dan recruitment oleh partai politik hendaknya mampu menyajikan caleg yang bersih yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan menjalankan kebijakan publik dengan bersendikan Pancasila. “Partai politik harus selektif menjaring caleg yang memiliki visi misi pro terhadap kebutuhan rakyat, ketika legislatifnya baik rakyat akan menilai dan memilih karena pengabdiannya terhadap masyarakat,” ujar Bagus. (Fiqi/Nuri)

Fiqi Mila Agustin dan Nuri Nurhasanah
Mahasiswa Administrasi Negara
Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here