Kisah Inspiratif Yohana, Perempuan Lupus

0
215
Sumber foto: usmedline.today

Hari Minggu 26 Mei 2018 pk. 09.00 saya sudah berangkat menuju ke suatu tempat di mana sebuah seminar dengan tajuk “Muda, Mandiri, Cerdas dan Berpenghasilan” berlangsung pagi itu jam 10.00. Karena jarak tempat tersebut cukup jauh dari tempat saya tinggal, supaya tidak terlambat mengikuti acara tersebut, saya berangkat 1 jam lebih awal. Bagi saya tepat waktu adalah harga diri. Saya malu jika terlambat.

Sesampai di tempat tujuan terlihat sudah ada beberapa peserta yang hadir. Pk. 10 tepat acara di mulai dengan seorang perempuan berdiri di depan sebagai pembicara seminar. Saya ketahui setelahnya namanya Yohana Viriana SI, SKed seorang sarjana Kedokteran lulusan Universitas Kristen Duta Wacana. Perempuan kelahiran tahun 1992 yang mantap memilih menjadi pembicara seminar pemberdayaan diri.

Kisah berawal ketika Yohana didiagnosis menderita penyakit Lupus. Setelah 1 tahun menjalani tugas sebagai dokter muda. Beliau termotivasi dari video Bong Candra, seorang motivator yang pernah dinobatkan menjadi motivator termuda pada tahun 2010. Setelah menonton video tersebut dirinya memutuskan untuk mengambil keahlian lain di luar dunia medis.

Sumber foto: inktastic.com

Yohana akhirnya menemukan titik terang ketika bisa memberikan semangat hidup kepada orang lain. Dia semakin bertenaga dan antusias. Mungkin fisik dan tenaganya tidak cukup mampu melayani orang lain dengan menjadi dokter. Ternyata Tuhan memberikan jalan yang lebih membahagiakan.

Demi tetap bisa bermanfaat dan membawa berkat bagi sesama Yohana mendirikan Yourdreamsway sebuah perusahaan pengembangan diri untuk melayani pelatihan beberapa keahlian seperti public speaking, entrepreneur, influencer and innovator. Ydreamsway berdiri pada medio Februari tahun 2017. Memiliki motto No One Can Stop My Step, ydreamsway melaju perlahan namun pasti menawarkan optimisme kepada anak muda untuk berani mengambil keputusan dan tindakan untuk memiliki keyakinan sukses sejak muda.

Melihat semangat Yohana yang membara ketika menyampaikan materi seminar saya merasa terinspirasi untuk bisa bertindak berani. Yohana yang memiliki penyakit mampu memberi harapan kepada orang-orang yang sehat untuk optimis, mengapa kita yang sehat masih pesimis menghadapi dunia? Dalam ajaran agama sendiri, kita dianjurkan untuk jangan berputus asa dari rahmat Tuhan.

Sudah semestinya kaum muda sebagai tonggak penerus bangsa menyamakan frekuensi dalam vibe optimisme akan cerahnya masa depan dengan berinvestasi ilmu dan keahlian di masa sekarang demi kebermanfaatan bagi sesama.

Neyla Hamada
Mhs Ilmu Manajemen FE UNU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here