Asyiknya Menjadi Relawan Yogyakarta Mengajar

0
643
Foto: Istimewa

Yogyakarta Mengajar (YM) merupakan komunitas berbasis kerelawanan yang bergerak di bidang pendidikan dengan sasaran anak-anak usia sekolah yang tinggal di DIY. Komunitas yang berdiri sekitar tahun 2014 ini menjadi wadah kaum muda untuk turut memajukan pendidikan di DIY.

YM juga melakukan pendampingan proses belajar anak di bidang akademik maupun non akademik, juga menanamkan pendidikan karakter. Selain itu YM aktif mengembangkan minat dan bakat anak serta meningkatkan minat baca pada anak.

Demikian penjelasan yang dipaparkan Arizka Kirana Intansari dengan antusias. Mahasiswa Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial UNY (2016) ini memang aktif sebagai salah satu relawan di YM. Meski baru bergabung namun ia mengaku cukup senang.

Foto: Istimewa

Menurut gadis asal Magelang ini, sebagai mahasiswa ia ingin menjadi seseorang yg berguna bagi bangsa dan  negara. Ia melihat kondisi indonesia saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan baik secara ekonomi, sosial, dan terutama pendidikan.

“Banyak juga anak muda jaman sekarang yang memiliki kecerdasan tinggi tetapi tidak bisa menikmati masa kanak-kanak mereka karena perkembangan jaman,” tuturnya. Baginya, anak adalah  generasi penerus bangsa, dari itu Arizka memandang penting pendidikan di usia anak-anak.

Itulah penyebab mengapa ia memilih bergabung dengan YM. Kini ia bersama beberapa teman relawannya menjalankan program  dampingan di Ratmakan, Sayidan, Yogyakarta. “Kami mengajarkan dan berbagi ilmu kepada anak-anak serta mendampingi mereka bermain sesuai dengan golongan usia mereka,” terang Rizka.

Foto: Istimewa

Berkait dengan keinginan kelak setelah lulus kuliah, Rizka yang mengaku hobi travelling ini, ingin sekali memiliki sebuah foundation atau yayasan untuk membuka akses pendidikan kepada generasi muda khususnya mereka yang kurang mampu.

Kepada kaum muda tidak lupa ia berpesan, “Jika sekarang kita bisa menjadi orang berguna untuk orang lain kenapa tidak? Berbagi tidak memandang usia, pendidikan, status dan lain sebagainya. Semua hanya membutuhkan niat yang tulus dan tekad yang kuat. Lakukan saja yang terbaik. Soal hasil, serahkan pada Allah SWT,” pungkasnya. (Awib)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here