Berbeda Dengan Jakarta, CFD Solo Tampil Keren dan Kreatif

0
284
Sumber foto: detik news

Tampak pemandangan yang jauh berbeda dengan CFD di Sudirman Jakarta. CFD di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo menampilkan atraksi keren dan kreatif. Sebanyak 5.035 penari mementaskan Tari Gambyong dalam rangkaian Solo Menari untuk memperingati Hari Tari Dunia.

Para penari putri yang rata-rata anak muda itu berbaris rapi mulai simpang Ngapeman hingga bundaran Gladag atau sekitar 1,4 km. Penonton menikmati tarian selama 30 menit dari balik barikade di sisi utara dan selatan jalan.

Jumlah penari terhitung melebihi target awal, yaitu 5.000 penari. Atas capaian itu, Pemkot Surakarta memperoleh rekor dunia dari MURI dengan jumlah penari Gambyong putri terbanyak.

Sumber foto: timlo.net

“Kita verifikasi ada 5.020 peserta. Tapi tadi ada tambahan 15 peserta, sehingga jumlahnya 5.035 penari putri. Dan kita tetapkan sebagai rekor ke-8.434,” ujar perwakilan Muri, Ariyani Siregar, Minggu (29/4).

Sementara dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menilai pergelaran itu bukan difokuskan untuk mencapai rekor. Namun dia berharap agar budaya Jawa terus tumbuh di Kota Solo.

“Solo adalah kota budaya, sehingga ini merupakan wujud kepedulian pemkot untuk mengajak warga agar mencintai tarian tradisional dan nguri-uri kebudayaan Surakarta,” kata Rudy.

Adapun Tari Gambyong biasa dipentaskan untuk menyambut tamu. Gerakannya menggambarkan tingkah laku remaja putri yang menunjukkan kecantikan dan ketangkasannya.

Dalam Solo Menari, terdapat tiga variasi Tari Gambyong yang dibawakan, yakni Tari Gambyong 3WMP karya Nanuk Rahayu dengan koreografer Blasius Subono, kemudian Tari Gambyong Pareanom karya Ngaliman (Alm) dan Tari Pergaulan.

“Budaya ini harus kita jaga secara bersama-sama. Dengan Tari Gambyong ini, mudah-mudahan dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ujar dia.

Acara ini sempat dibanding-bandingkan dengan CFD Jakarta. Masyarakat banyak menilai bahwa “kerusuhan” di CFD Jakarta yang dilakukan oleh sebuah kelompok warga justru menimbulkan antipati. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here