Rektor ITB: Dari Research University Menunju Entrepreneurial University.

0
124
Sumber foto: antarafoto.com

Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah mempersiapkan pembagunan gedung Scinece Techno Park yang berada di jalan Gansha No. 15, Bandung. Gedung ini dibangun dengan konsep green building dan bergaya yang mengarah ke generasi zaman now.

Peletakan batu pertama gedung Science Techno Park telah digelar pada hari Selasa, (24/04). Gedung ini direncanakan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang.

Sumber foto: itb.ac.id

Prof Kadarsyah Suryadi, Rektor ITB mengatakan, ITB sendiri pada tahun 2015 lalu telah mendeklrasikan untuk bergerak Dari research university menunju entrepreneurial university. Salah satu indikatornya adalah menghasilkan para inovator dan entrepreneur  yaitu mereka yang menciptakan lapangan kerja baru.

“Yang kami harapkan adalah entrepreneur yang berbasis teknologi,” kata Rektor usai peletakan batu pertama. Sehingga menurutnya harus ada fasilitas pendukung. Salah satunya adalah harus ada Science Techno Park. Tempat ini adalah tempat mempertemukan antara peneliti, para inovator, dan penyadang dana.

“Karena kesulitan terbesar dari para starup atau pengusaha pemula adalah menemukan market dan mendapatkan sumber pendanaan,” ungkap Rektor.

Rektor menambahkan, tujuan Science Techno Park adalah mewadahi kegiatan para inovator supaya mereka bisa lebih cepat menghasilkan karya. Kemudian menghasilkan entreprenur, mempertemukan entrepreneur dengan calon marketnya, serta mempertemukan entrepreneur dengan para penyandang dana.

Rektor mengungkapkan, bangunan STP terdiri dari empat lantai ditambah dengan semi basement. Konsep bangunannya adalah green building dan mengarah kepada generasi zaman now.

“Di dalamnya ada co working space, yaitu tempat bertemunya para peneliti dan para entrepreneur dalam mencari ide-ide baru,” ungkap Rektor.

Selain itu, tambah Rektor, STP juga akan memfasilitasi mereka yang ingin mempercapat proses inovasi. Caranya dengan mendatangkan para pakar atau entrepreneur yang sudah berhasil, dunia industri, dan penyandang dana.

“Jadi di dalamnya akan ada banyak sekali ratusan calon startup baru yang bekerjasama. Kami juga akan melakukan proses inkubasi atau percepatan untuk mereka. Kalau skillnya masih harus dilengkapi, kami undang pakar yang punya skill,  kalau peralatanya perlu didukung, kami pertemukan dengan pihak yang punya peralatan,” ungkap Rektor.

Program lainnya, tambah Rektor adalah Tecnopreneur Orietation Program, yaitu proses, mempertemukan para peneliti, startup dengan lembaga atau orang yang bisa memberikan pelatihan rencana bisnis, analisis keuangan, analisis pasar. Sehingga ketika mereka dilepas sudah bisa mandiri.

“Nah tujuan terakhir, kami ingin makin banyak entrepreneur,  karena makin banyak entrepreneur negara akan semakin cepat maju,” terangnya. Dalam pembangunan gedung ini, ITB menggandeng dua perusahaan yaitu, Sinar Mas dan Astra Internasional. (Awib)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here