Foto: Istimewa

Ngudi tresno, Ngrasupake Rasa Ing Babudayan Jawa Tengah merupakan tema yang diangkat pada acara Java Ethnic Artnival (JEA) 2018. JEA merupakan sebuah kegiatan gelar budaya yang diselenggarakan oleh seluruh mahasiswa se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Jawa Tengah (IKPM Jateng).

Acara JEA berlangsung sampai Sabtu (21/4) dini hari, Ketua panitia, Mahfudz mengatakan bahwa acara Java Ethnic Artnival bukan hanya suatu acara untuk menampilkan tradisi budaya dari masing-masing daerah di Jawa Tengah.

Adapun adanya acara JEA ini digelar sebagai wujud melestarikan budaya daerah. Mahasiswa diharapkan bangga terhadap budaya daerah dan dapat memperkenalkan budaya daerah hingga Internasional.

Java Ethnic Artnival merupakan serangkaian acara HUT IKPM JATENG ke 7 pada tahun 2018. Rangkain acara yang telah dilaksanakan dalam memperingati harlah tersebut seperti malam tirakatan, lomba futsal, lomba esai, lomba fotografi serta temu mahasiswa Jateng.

Malam puncak Java Ethnic Artnival dimeriahkan dengan Batik Show untuk mempromosikan batik Jawa Tengah kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah pemenang lomba yang telah diadakan oleh IKPM Jateng.

Turut memeriahkan juga penampilan tari dan kesenian daerah dari seluruh organisasi mahasiswa daerah tingkat kabupaten se-Jawa Tengah yang berdomisili di Yogyakarta. Dipamerkan juga produk khas dan kuliner dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah yang menggandeng UMKM sebagai langkah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Pada malam puncak JEA (21/4) ditutup dengan penampilan Guest Star yaitu penampilan dari LANKA, Lukis Arang dan  Orkes Keroncong Soboooh.

Hadir pula dalam acara Java Ethnic Artnival di Plaza Ngasem Yogyakarta dari kalangan pemerintahan Plt Gubernur Jateng yang diwakili oleh Birokesra, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar), masyarakat Jawa Tengah di Yogyakarta serta berbagai elemen yang memiliki ketertarikan seni dan budaya.

Wanti (35) salah satu warga Yogyakarta mengaku sangat senang dengan adanya acara JEA, dengan adanya pertunjukan kebudayaan daerah seperti tari-tarian dapat mengedukasi anak tentang kesenian yang ada di Indonesia. (Nike Nurjannah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here