Bijak dan Cerdas Hadapi Isu Politik

0
217
Foto: SwaraKampus.com/Budi Adi Santosa

Pemilihan Legislatif  (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih 1 tahun lagi tepatnya pada 17 April 2019. Meski demikian saat ini isu politik sudah bertebaran di mana-mana dan menjadi santapan masyarakat setiap harinya. Baik dari tayangan televisi, surat kabar maupun media sosial (medsos).

Isu politik yang berkembang sudah sangat meresahkan masyarakat terlebih tidak sedikit dari isu tersebut yang tidak jelas sumbernya atau hoax. Isu politik yang tidak jelas sumbernya inilah yang perlu disikapi dengan bijak dan cerdas oleh masyarakat, agar tidak menimbulkan perdebatan dan perselisihan yang berkepanjangan yang akan merusak demokrasi di negeri ini.

Tidak bisa dipungkiri medsos menjadi tempat berita hoax beredar paling banyak. Banyak masyarakat saling beradu argumen dan tidak sedikit yang saling mencaci maki di kolom komentar. Padahal belum tentu yang mereka perdebatkan adalah isu yang benar adanya.

Banyak pihak yang sengaja membuat berita hoax untuk menjatuhkan satu sama lain. Di sinilah kedewasaan dan kecerdasan masyarakat perlu dipupuk agar tidak mudah terpancing emosi menanggapi isu yang beredar.

Selain isu yang tidak jelas sumbernya atau hoax, isu agama saat ini juga menjadi perbincangan yang masih hangat karena isu agama sifatnya sangat sensitif, lebih-lebih dengan keberagaman suku dan agama yang ada di negara kita.

Masih hangat di pikiran kita bagaimana isu agama yang terjadi pada Pilgub DKI 2017 yang menyebabkan timbulnya reaksi masyarakat indonesia yang begitu besar dan meluap-luap. Yang pada akhirnya menjegal Gubernur Petahana waktu itu yaitu Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam hal ini Pihak-pihak yang terkait harus ketat dalam menjaga dan mengawasi Pesta Demokrasi di negara kita agar bisa berjalan dengan semestinya dan masyarakat tidak dirugikan oleh isu-isu politik yang beredar saat ini. Pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat mengenai isu politik.

Media yang menyajikan isu-isu politik juga harus selektif dalam menyajikan berita dan tidak hiperbola dalam memberitakan isu politik yang beredar. Agar media yang ada tidak menjadi provokator bagi masyrakat luas.

Jangan sampai isu politik yang beredar saat ini menjadi penyebab perpecahan. Lebih-lebih dengan adanya isu politik yang tidak jelas sumbernya dan media yang hiperbola dalam menyampaikan berita sehingga menyebabkan masyarakat salah dalam menentukan pilihannya.

Masyarakat harus cerdas tidak boleh menelan mentah-mentah isu yang beredar, sehingga dalam menyikapinya pun masyarakat akan lebih dewasa dan memikirkan dampaknya baik buruknya.

Oleh karenanya, semua elemen masyarakat bisa bijak dan cerdas dalam menghadapi isu politik yang beredar, agar saat waktunya tiba pada 17 April 2019 masyarakat bisa menentukan pilihannya dengan baik. Agar kelak pemimpin-pemimpin Negeri yang terpilih adalah mereka yang memang bisa dipercaya dan bisa melunasi semua janji-janji kampanye mereka serta bisa membawa negeri ini lebih baik kedepannya.

Syaiful Arifin

Mhs Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here