Kamu Punya Orientasi Kerja? Coba Sekolah Kedinasan, Yuk

0
84
Sumber foto: biarmerekatahu.blogspot.co.id

Jika kamu lebih memilih atau punya orientasi kerja langsung, mungkin kurang tepat jika harus kuliah di universitas. Sekian banyak mahasiswa yang telah lulus namun masih kesulitan mendapatkan kerja.  Berbeda jika kamu memilih di sekolah kedinasan?

Pemerintah melalui 8 kementerian/lembaga (K/L) resmi membuka pendaftaran sekolah kedinasan, Senin (9/4). Rencananya, sekolah kedinasan itu mampu menjaring 13.677 siswa. Sekolah kedinasan memberikan tawaran yang menggiurkan karena selain  bisa melanjutkan sekolah dengan gratis dan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) setelah lulus nanti.

“Benar, sudah dibuka bisa diakses di https://sscndikdin.bkn.go.id mulai hari ini sampai tanggal 30 April,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan di Jakarta, Senin (9/4). Namun, pelamar mesti teliti saat melamar sekolah kedinasan ini. Jika tidak, maka pelamar bisa gagal saat mendaftar karena berbagai sebab.

Ridwan meminta para pelamar membaca petunjuk teknis pendaftaran di situs tersebut. Sebab, pelamar hanya boleh mendaftar di salah satu sekolah kedinasan K/L. Di situs itu BKN juga menyediakan visualisasi tata cara pendaftaran. “Kemudian, disarankan ketik alamat tadi, di bawah ada penjelasan secara visual. Misalnya tahap pertama dia harus mendaftar dengan NIK dan KK, untuk mendapat password-nya. Setelah itu dia masuk portal masing-masing ke sekolah kedinasan,” ungkapnya.

Dia meminta para pelamar tidak terburu-buru mendaftar. Lebih baik, kata dia, setelah membaca petunjuk teknis pelamar menyiapkan data-data yang diperlukan. “Jadi dibaca dulu karena secara visual, sudah kami jelaskan. Jangan buru-buru daftar karena banyak hari. Yang lebih penting menyiapkan apa-apa yang memang akan di-upload misalnya ijazah, pas foto itu juga harus disiapkan format digitalnya,” ucapnya.

Sementara Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman menerangkan, pilihan sekolah tidak dapat diubah, oleh karena itu peserta harus hati-hati.  “Apabila ditemukan kesulitan segera lapor ke Dinas Dukcapil setempat,” jelasnya.

“Sistem https://sscndikdin.bkn.go.id terhubungan dengan database Dukcapil. Jika NIK tidak sinkron berarti tidak bisa mendaftar. Coba lihat di twitter BKN, twitter.com/BKNgoid atau facebook.com/bkngoid di sana ada visualisasi bagaimana sinkronkan data e-KTP kita,” ungkapnya.

Adapun saluran yang disediakan Dukcapil antara lain email callcenter.dukcapil@gmail.com, facebook Ditjen Dukcapil, twitter @ccdukcapil, Halo Dukcapil 1500537, atau nomor telepon dan whatsapp di 08118005373.

Peserta seleksi sekolah dinas pemerintah akan mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) setelah menyelesaikan seleksi administrasi pendaftaran. Ridwan mengatakan, setidaknya ada 3 materi dalam ujian tersebut ialah tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Materi ini tak jauh beda dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

TWK, kata dia, seputar Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan wawasan kebangsaan. “Materinya enggak akan berubah dari situ,” sambungnya. Sedang TIU berkaitan dengan pengetahuan umum seperti matematika dan lain-lain. Sementara, TKP berkaitan dengan kepribadian.

“Kalau TIU nggak ada nilai salahnya, kalau benar 5 kalau salah 1,” ujar dia. Sementara, dia menuturkan, yang menjadi pembahasan saat ini ialah batas minimal nilai ujian. Batas nilai ujian ini akan diatur dan Permen PANRB, “Batas minimal untuk lanjut seleksi selanjutnya itu belum final mungkin seminggu lagi dan keluar dari Peraturan Menteri PANRB,” ungkapnya.

Siswa yang menjalani pendidikan di sekolah dinas tidak dipungut dibiaya alias gratis. Sebab, biaya pendidikan ditanggung oleh negara. Sementara itu rentang pendidikan di sekolah kedinasan berbeda-beda, “Jadi begini, sekolah kedinasan itu ada 2 tahun, 1 tahun, ada 4 tahun, 3 tahun sekolah di sana. Nanti dibiayai negara memang,” kata dia.

Namun, Ridwan mengatakan, untuk pendaftarannya ada yang menerapkan biaya, adapula yang gratis. Selanjutnya, untuk seleksi kompetensi dasar (SKD) dikenakan biaya Rp 50 ribu. “Tapi untuk ikut SKD dengan CAT BKN, kami memungut Rp 50 per peserta dan dimasukkan dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sesuai PP 63/2016,” jelasnya.

Sumber foto: indonesiabaik.id

Siswa sekolah akan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) saat lulus nanti. “Setelah lulus sekolah kedinasan, mereka akan menjadi CPNS sesuai dengan formasi dan kebutuhan tahun tersebut. Jadi sekolah dulu, lulus, baru jadi CPNS.”

Untuk menjadi PNS pun, para lulusan kedinasan mesti mengikuti sejumlah ketentuan. Di antaranya ialah pendidikan dasar (diksar) hingga pemagangan. “Mekanisme dari CPNS menjadi PNS mengikuti mekanisme regulasi kepegawaian antara lain diksar, pemagangan dan lain-lain selama setahun,” tutupnya. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here