HEBOH! Pesona Dangdut Meroket Lagi

0
78
Sumber foto: detik.com

Siapa yang tidak mengenal musik dengan khas cengkoknya yang mendayu-dayu? Dangdut yang merupakan genre musik tradisional Indonesia ini adalah campuran antara musik khas India, Melayu, dan Arab. Istilah Dangdut resmi muncul setelah Sang Raja Dangdut Rhoma Irama mulai melejit dalam kiprahnya di industri musik negeri.

Mulai dari orang tua, dewasa, remaja, dan anak-anak senang sekali mendengar lagu dangdut. Mulai dari siaran radio di rumah hingga televisi kerap memainkan lagu asik ini. Namun, siapa sangka ternyata dangdut pernah mengalami masa keterpurukannya.

Abad ke-20 di mana arus globalisasi sangat gencar membius seluruh bangsa di penjuru dunia tak terkecuali Indonesia, membuat intensifnya akulturasi budaya. Budaya dari dunia Barat yang sangat berbeda dari bangsa ini terkesan lebih fresh dan mulai menarik perhatian generasi muda. Musik modern seperti kontemporer, R&B, Country, dan yang terakhir Electronic Music Dance atau biasa disingkat dengan EDM mendominasi rasa dari industry music Indonesia.

Tak dipungkiri, perubahan minat dalam bermusik memengaruhi generasi muda untuk mempertahankan eksistensi di panggung hiburan dengan meninggalkan dangdut dan beralih ke modern. Popularitas dangdut semakin tenggelam ditambah dengan munculnya aliran dangdut baru yaitu koplo dengan ciri khas penyanyi yang berpakaian terbuka dengan goyangan erotis.

Biduan yang memakai kostum warna-warni dan serba terbuka ini dicap oleh generasi muda Indonesia sebagai style yang agak kampungan sehingga mereka enggan bahkan untuk sekedar mendengarkan lagu dangdut. Padahal kearifan lokal budaya musik tradisional seperti ini seharusnya dilestarikan oleh para penerus bangsa.

Beberapa tahun terakhir ini, dangdut mulai meroket kembali dan populer di kalangan masyarakat. Hal ini tak bisa dilepaskan dari upaya para pelaku entertainment industry yang rajin membuat program-program dengan memasukkan unsur dangdut sebagai konsep pokoknya. Sebut saja, berbagai televisi swasta yang membuat program kompetisi bernyanyi dangdut nasional berhasil meraup animo masyarakat dan meningkatkan “kemahalan” musik khas Indonesia ini.

Apalagi, jam tayang prime time tak tanggung-tanggung dikhususkan untuk acara ini. Sehingga, ketika masyarakat Indonesia sedang bersantai sambil nonton televisi di rumah, mereka bisa monontonnya dengan waktu yang cukup panjang. Keuntungan ini mampu membesarkan nama dangdut dan menyebarluaskannya ke telinga tiap-tiap generasi muda Indonesia.

Artis-artis dangdut baru bermunculan dengan identitas masing-masing untuk gampang dikenal, seperti Zaskia Gotik, Ayu Ting-Ting, Lesti Kejora, Dewi Perssik, Jenita Janet, Cita Citata, atau bahkan penyanyi dangdut dengan syairnya yang berbahasa daerah seperti Via Vallen dan Nella Kharisma yang populer bernyanyi dangdut berbahasa Jawa. Musik dangdut benar-benar dalam perubahan menuju papan popularitas yang tinggi melebihi genre musik lain di Indonesia.

Menurut data yang dikutip dari ekonomi.kompas.com video musik “Sayang” milik Via Vallen dan “Jaran Goyang” milik Nella Kharisma masuk ke dalam 10 daftar musik video dengan viewers terbanyak. Fakta ini cukup menggambarkan betapa sebenarnya dangdut sangat berpotensi untuk tetap eksis di industri hiburan hanya dengan beberapa inovasi yang dilakukan.

Sebagai generasi muda Indonesia, kita seharusnya sadar bahwa identitas kebudayaan suatu negara sangat penting untuk dipelihara apalagi di era globalisasi seperti ini. Dangdut adalah sebuah warisan genre musik khas bangsa yang tidak dimiliki negara lain. Tentunya kita akan kebakaran jenggot apabila ada negara lain mengakui kepemilikkan musik ini kan?

Maka, sebelum hal itu terjadi belajarlah untuk mencintai budaya negeri dan menyiarkannya ke seantero dunia jika dangdut adalah music berharga milik Bangsa Indonesia dengan masyarakat yang tidak pernah berhenti melestarikannya.

Mita Safir Fadilla

Mhs Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial, UNY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here