Arena ICRC Moot Hongkong: Menang Bukan Tujuan, Pengalaman Lebih Penting

0
183
Sumber foto: icrc.org

Menjadi sebuah pembelajaran bahwa kalah menang dalam sebuah kompetisi adalah biasa. Ya, mahasiswa ini memang tidak memburu kemenangan, melainkan pengalaman yang jauh lebih utama.

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) berhasil melaju ke babak internasional sebagai perwakilan dari Indonesia pada ajang The 16th Red Cross International Humanitarian Moot se–Asia Pasifik yang diselenggarakan di Hongkong University, Hongkong, baru-baru ini.

Mahasiswa tersebut, yakni Cristian Lu, Devi Salsabila, Amri Rahayu, dan Aulia Putri yang akan mengusung tema Hukum Humaniter Internasional pada kompetisi peradilan semu bergengsi tersebut.

Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari membangun argumen antara pro dan kontra, melakukan riset, menyusun memorial, dan masih banyak lagi. Mereka rutin melaksanakan latihan dan selalu berupaya membagi waktu antara kuliah dan kompetisi.

Namun sayangnya, delegasi FH Unair tersebut hanya mampu sampai ke babak general round. Meski begitu, mereka tetap bersyukur telah merasakan pengalaman berharga berkompetisi di ajang bergengsi taraf internasional. The 16th Red Cross International Humanitarian Moot pun dimenangkan oleh Gujarat National Law University, India.

Salah satu delegasi FH Unair, Risma mengatakan bahwa ia menjadi lebih paham standar nilai yang diinginkan juri internasional sehingga bisa menjadi acuan untuk kompetisi internasional berikutnya. Dari kompetisi tersebut, ia juga bertemu salah satu hakim dari Internasonal Criminal Court dan petinggi dari Hongkong Red Cross.

Sumber foto: icrc.org

“Semoga di kompetisi selanjutnya, delegasi FH Unair bisa kembali menjuarai The 12th Indonesian Round of the International Humanitarian Law Moot Court Competition dan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di ajang international selanjutnya,” harap Risma seperti dilansir dari laman Unair, Rabu (28/3).

Sebelumnya, keempat mahasiswa FH Unair ini telah berhasil menjuarai ajang nasional The 12th Indonesian Round of the International Humanitarian Law Moot Court Competition.

Belajar dari pengalaman karena pengalaman adalah guru terbaik. Niat dan sikap mahasiswa ini patut mendapat acungan jempol karena tidak baper apalagi protes meski tidak meraih juara. Semoga bisa ditiru para politisi yang tengah mengikuti pilkada. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here