Tiga Kampus Indonesia Siap Menggebrak di Ajang Drivers’ World Championship

0
119
Sumber foto: uny.ac.id

Satu lagi prestasi keren ditorehkan mahasiswa Indonesia di kancah intetnasional. Mereka akan mewakili serta membawa nama bangsa dalam kompetisi dunia. Apa yang sudah mereka hasilkan

Tiga kampus ternama Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menempati posisi tiga teratas dalam kompetisi Drivers’ World Championship (DWC) Regional Asia.

Kompetisi tersebut merupakan kompetisi balap bagi juara konsep Urban SEM 2018 dan juga bagian dari penutupan kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018. Berkat meraih juara di DWC Asia itulah ketiga universitas ini dinobatkan sebagai wakil Asia dalam Drivers’ World Championship (DWC) tingkat dunia.

Ini merupakan kedua kalinya bagi Mobil Garuda UNY ikut serta dalam ajang tersebut dan pertama kalinya bisa tembus menjadi perwakilan untuk DWC tingkat dunia. Seluruh Tim Garuda UNY sangat senang bersyukur bisa mendapatkan kesempatan bertanding di ajang Drivers’ World Championship, London.

Mobil Garuda UNY berhasil mendapatkan tiga juara, yakni Juara Pertama Safety Awards, Juara Ketiga Kategori Urban Internal Combustion Engine (ICE), dan Juara Ketiga Drivers’ World Championship (DWC) Regional Asia yang membuat UNY bisa melaju ke London bersama Tim UGM dan ITS.

“Yang terpenting tetap sportif dan optimal. Hasil akan mengikuti usaha dan doa kita,” kata Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa, MPd seperti dilansir dari laman UNY, Kamis (15/3).

Juri kategori safety awards, Thomas, turut menyampaikan rasa bangganya pada Tim Garuda UNY. “Last year, it is done very well. But now, it is perfect. I am satisfied,” ungkap Thomas.

Ketiga Tim perwakilan Indonesia tersebut akan melanjutkan perjuangan mereka untuk tantangan yang lebih berat dan aturan yang lebih ketat di ajang DWC tingkat dunia nanti.

Drivers’ World Championship (DWC) sendiri merupakan kompetisi adu cepat mobil hemat dalam Shell Eco Marathon yang bertujuan untuk menginspirasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berkarya dan melakukan inovasi demi menjawab tantangan teknologi dan sumber energi masa depan.

Ajang bergengsi tingkat dunia ini juga mencari pengemudi andal yang mampu menyelesaikan lap dengan catatan waktu tercepat dengan penggunaan bahan bakar paling hemat. DWC juga memperhitungkan tingkat keselamatan, baik keselamatan pengiriman mobil ke lokasi lomba dan juga keselamatan pengemudi saat di arena.

Oleh karena itu, aturan keselamatan menjadi poin wajib yang harus dikuasai peserta. Nantinya, peserta hanya mendapat dua kali percobaan dan harus mencapai hasil efisiensi energi minimal 95% dari hasil capaian di tingkat regional. Tiga wakil Asia tersebut akan beradu dengan wakil dari regional Eropa dan Amerika pada Grand Final DWC di London Juli mendatang. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here