Rektor UNY: Hadapi Era Disrupsi, Lulusan Jangan Gagap

0
312
Sumber foto: uny.ac.id

Era disruption (revolusi industri 4.0) bukan sekedar fenomena hari ini, melainkan juga fenomena ke depan. Para wisudawan Universitas Negeri Yogyakarta ((UNY) harus bisa berkompetisi memasuki era baru ini.

Demikian diungkapkan Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd dalam moment wisuda lulusan S3, S2, S1, dan D3 mahasiswa UNY periode Februari di GOR UNY, baru-baru ini.

“Tanpa kita sadari, era disrupsi atau disruption innovation memang tengah menghampiri, apalagi pesatnya pertumbuhan teknologi informasi pasti akan banyak memunculkan inovasi baru. Seperti yang belakangan heboh, transportasi online ternyata mampu menggeser keberadaan angkutan konvensional. Belum lagi kartu e-toll, AirBnB, ataupun toko online yang mampu menggeser keberadaan pekerja pintu toll, sektor perhotelan, ataupun toko-toko dan mal-mal,” ucap Rektor.

Foto: Istimewa

Ia juga menjelaskan empat tanda era disrupsi, yakni simpler (lebih mudah), cheaper (lebih murah), accesible (lebih terjangkau), dan faster (lebih cepat). Semua lulusan diharapkan mampu menganalisis dan menghadapi bermacam persoalan dengan segala cara agar terselesaikan dari berbagai perspektif kelilmuan.

“Belajar dari era disrupsi ini, lulusan harus segera berubah, karena jika tidak, lulusan akan mengikuti jejak lesunya transportasi konvensional ataupun bisnis retail,” katanya lagi di sela acara wisuda.

Perubahan-perubahan ini menurutnya akan melanda berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, ekonomi, budaya, hukum, penataan kota, konstruksi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain yang pasti akan mempengaruhi kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Dalam pandangan Sutrisna, saat ini saja dunia pendidikan sudah mulai menjalankan Massive Open Online Course (MOOCs) atau sistem pembelajaran berupa kursus daring (online) secara besar-besaran dan terbuka dengan tujuan memberi ruang partisipasi publik secara tak terbatas melalui akses laman (website).

“Program ini memang dikembangkan agar publik bisa terus belajar pada era digital saat ini sampai masa yang akan datang,” ungkap Sutrisna yang menjadi Rektor terpilih di akhir tahun 2016, untuk masa Periode 2017-2021 itu.

MOOCs pastinya akan lebih luas mejangkau lapisan masyarakat dan bahkan bisa menembus batas-batas fisik kampus dan negara. MOOCs tidak hanya memberi materi berbentuk video pembacaan dan pembahasan masalah, tapi juga akan menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu dalam membangun komunitas untuk dosen-mahasiswa ataupun guru-siswa. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here