Mahasiswa Berharap Pembangunan Infrastruktur Tepat Waktu

0
141
Foto: Istimewa

Pameran Foto dan Seminar Infrastruktur di Universitas Presiden

Macet, Macet, Macet. Kata kunci ini paling sering terdengar di kalangan dosen dan mahasiswa di Universitas Presiden, yang lokasinya di Cikarang, 30 kilometer dari Jakarta. Dampaknya memang terasa sekali, karena mahasiswa dan dosen sering datang terlambat.Terbukti, pembangunan infrastruktur jalan raya dan jalan layang sedang dilakukan di seluruh negeri, tidak terkecuali di seputaran kampus ini, yang terletak antara Bandung dan Jakarta.

Untuk mengetahui masalahnya secara mendalam, Fakultas Humaniora Universitas Presiden menyelenggarakan sebuah Pameran Foto dan Seminar berjudul: ‘The Challenging Infrastructure Development in Indonesia’, dari tanggal 21-22 Februari tahun 2018.

Kegiatan ini melibatkan pimpinan, dosen, dan mahasiswa dari 4 Studi Proram yang ada, yakni: Hukum, Hubungan Internasional, Komunikasi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Banyak hal menarik dapat dipetik dari dua kegiatan ini.

Dari berbagai foto yang ditampilkan, ternyata masih ada mahasiswa yang tidak mengetahui tingkat pencapaian pembangunan yang sedang dilaksanakan di seluruh wilayah nasional. Mereka umumnya terpaku pada masih adanya kecelakaan di sector infrastruktur, yang walaupun cepat ditengahi, namun terlambat informasinya tiba ke telinga mereka. Namun pada saat yang sama, mahasiswa sangat berharap agar pembangunan infrastruktur tersebut selesai tepat waktu, sehingga dapat dinikmati masyarakat umum.

Dari kegiatan seminar, dapat diketahui jika pembangunan infrastruktur ini memang sudah sangat mendesak, karena jika terlambat dilakukan akan meminggirkan Indonesia dari pacuan globalisasi. Menyikapi masih adanya musibah yang terjadi, seminar menyarankan perlunya pengawasan yang ke tat atas kontraktor pembangunan konstruksi, karena mereka wajib melindungi keselamatan para pekerjanya.

Foto: Istimewa

Mengingat mutlaknya factor manusia dalam pembangunan infrastruktur ini, maka diperlukan Revolusi Mental di kalangan masyarakat, yang dimulai dari cara penanganan mereka atas masalah-masalah yang lazim, seperti banjir dan sampah.

Seminar juga mengakui keberhasilan Presiden Joko Widodo yang menggunakan media terkini seperti Youtube, Video Blogging, dan Instagram, sehingga dapat langsung mengkomunikasikan hasil-hasil pembangunan ke masyarakat.

Secara khusus diakui, jika pembangunan saat ini memang berwawasan maritim, yang praktiknya sudah dirasakan oleh masyarakat pesisir. Namun untuk pembangunan Tol Laut itu sendiri, perlu dilakukan simulasi untuk benar-benar mengetahui kehandalan di sector ini, sehingga benar-benar membawa nilai tambah bagi masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan tersebut di atas dihadiri sekitar 500 pengunjung, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta mahasiswa asing yang berasal dari Afghanistan, Malaysia, Republik Rakyat China, Timor Leste, dan Vietnam.

Teuku Rezasyah, Ph.D,

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, merangkap Dekan Fakultas Humaniora, Universitas Presiden

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here