Hadapi Tuntutan Zaman, Kemenristekdikti Rancang Kuliah Online

0
109
Sumber foto: Pexels

Revolusi industri tak dapat dihindari dan fenomena tersebut telah merambak diberbagai sektor. Oleh karenanya, kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan. Demikian disampaikan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Intan Ahmad.

”Penanda dari fenomena ini adalah diterapkannya teknologi online dan digital pada berbagai sektor industri sehingga tuntutan era sekarang adalah kecepatan dan ketepatan,” terangnya di sela acara Konferensi Forum Rektor Indonesia di Universitas Hasanudin, Makassar, Jumat (15/2).

(Lihat juga: UNHAS Tuan Rumah Forum Rektor Indonesia Ke 20)
(Lihat juga: Presiden Jokowi: FRI Harus Pikirkan Terobosan Bidang SDM)

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan, regulasi penyelenggaraan e-learning atau kuliah secara online memang dalam waktu dekat akan diterbitkan pemerintah.

“Soal e-learning, kami sedang membuat regulasinya. Nanti dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri tentang bagaimana pelaksanaan kuliah jarak jauh atau secara online,” jelas Menteri.

Ia mengatakan, mengenai pendidikan jarak jauh itu, pemerintah menargetkan sudah bisa dijalankan minimal pada pertengahan tahun 2018 dengan cara mengarahkan universitas membuat Cyber University.

(Lihat juga: Ini Dia 6 Rekomendasi Forum Rektor Indonesia)

Foto: Istimewa

“Jadi tahun ini akan dibangun sistem dan infrastrukturnya, nanti pada 2019-2020 bisa dikatakan jalannya. Bila dihitung-hitung ada 50-an kampus yang mau menjadi cyber university,” tambahnya.

Untuk tahap awal, pemerintah telah pembuat proyek percontohan di beberapa kampus, di antaranya, Polteknik Surabaya dan Universitas Bina Nusantara Yogyakarta.

Melalui upaya ini, dia berharap kualitas perguruan tinggi di Indonesia akan meningkat, baik yang negeri maupun swasta. Menurut dia, hingga kini tidak dapat disangkal bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga.

“Indonesia bermasalah dengan SDM, jadi salah satu cara mengatasinya yakni memperbaiki kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here