Bakti Pendidikan Djarum Foundation Road to Campus

0
398
Foto: Istimewa

Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerjasama dengan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dan Solidaritas Anak Bangsa mempersembahkan Road to Campus yang bertajuk “Pancasila di Zamanku” bersama Rosianna Silalahi di Grand Pacific Hall Yogyakarta (3/2).

Dihadiri sekitar 3000 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Yogyakarta, diantaranya Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, STIE YKPN, Institut Seni Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta,

Talk Show tersebut menghadirkan tiga narasumber, Mahfud, M.D., (Pakar hukum dan tata negara), Inayah Wahid (Pemerhati sosial) dan Tantri (vokalis band Kotak) serta dipandu oleh Rosianna Silalahi.

“Pancasila sebagai Ideologi Bangsa, pemersatu Bangsa dari berbagai perbedaan, keragaman yang ada di Indonesia. Perbedaan itu adalah ciptaan Tuhan. Mari kita sadari bahwa kita berbeda. Dan Pancasila ibarat akte kelahiran. Kalau diganti jadi Bukan Indonesia”, jelas Mahfud.

“Negara yang didirikan berdasarkan kesepakatan bersama tidak bisa diganti. Indonesia dikenal sebagai laboratorium pluralisme dan bisa dipersatukan dengan Ideologi Pancasila. Perkembangan dunia atau globalisasi menimbulkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, maka kita harus bisa mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi kita”, tambahnya.

Inayah menjelaskan bahwa “Pancasila adalah Set of Rule” atau pegangan, guide lines, bimbingan. Kita sebagai warga negara, sebagai sebuah bangsa kalau ingin bangsanya maju harus mengikuti Pancasila tetapi memang harus di eja wantahkan. Anak-anak muda sekarang tidak mengetahui bentuknya, sebenarnya Pancasila itu seperti apa, hanya seperti legenda aja”.

“Perlakukan bahwa mereka atau masyarakat setara dengan kita. Semua orang punya hak yang sama di Negara ini, punya kewajiban yang sama di Negara ini, dan harus kita hargai keberadaannya. Kita melakukan itu sebenarnya sudah membicarakan Pancasila. Dan Pancasila itu untuk dijalankan untuk dilakukan dan mahasiswa yang paling kuat untuk melakukan, pungkas Inayah.

Tantri menjelaskan bahwa Pancasila sudah menjadi pegangan. Beruntungnya adalah masyarakat dengan keragaman tetapi tetap bersatu. Dengan musik bisa mempersatukan kita, apalagi Pancasila. Hati-hatilah dengan jempolmu apalagi dalam menggunakan media sosial. Banyak hal yang dapat terjadi dalam media sosial, karena ada perbedaan juga disana.

Foto: Istimewa

Mengambil judul “Pancasila Di Zamanku”, Rosianna menjelaskan bahwa kita mempunyai PR bebas, tantangan besar, saat ini mungkin merawat keragaman dalam kedamaian. Dan anak muda sekarang, mempunyai peranan yang sangat penting untuk berkomitmen, hidup dalam damai dengan keragaman tersebut. Tanpa komitmen itu dari anak muda, maka Indonesia tidak terlihat.

Tanpa nilai-nilai Pancasila maka kita tidak mempunyai “way of life” atau cara hidup kita yang menghargai kemanusiaan, menghargai perbedaan. Indonesia dalam pertaruhan jika tidak merawat bersama kebersamaan, keragaman itu. Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa, anda semua yang akan menjadi pemain-pemain utama membangun bangsa ini”, tambah Rosiana.

Salah satu peserta talk show, Ilham (mahasiswa UP45), menurutnya Pancasila ialah suatu makna kesatuan dari banyak perbedaan di Negara Indonesia yang tetap bisa bersatu padu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Deliana (mahasiswa UP45) menambahkan bahwa mahasiswa harus cerdas dalam memahami nilai-nilai sesuai dengan pandangan hidup Bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Dengan begitu diharapkan Indonesia memiliki generasi penerus yang bisa memahami, menghargai dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Wahyu Relisa Ningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here