Ini Dia Kode Etik Reunian

0
452
Sumber foto: essensialoildiffuserusa.com

Reunian memanng asyik, bisa ketemu dan ngobrol sama teman lama. Sukur-sukur mantan gebetan juga ikut datang. Tapi biasanya diakhir reuni selalu saja ada cerita-cerita yang kurang sedap. Entah soal lokasi, acara, sebel sama teman yang sok dominan, dan sebagainya.

Gimana sih bisa menyelenggarakan reuni yang setidaknya meminimalisir unjuk protes? Mungkin tidak mudah, karena menyangkut banyak kepala banyak keinginan. Apalagi secara status ekonomi juga berbeda-beda.

Teman alumni yang sudah sukses kemudian menyumbang paling banyak biasanya memang dominan dalam keputusan. Sementara yang status ekonominya rendah menjadi minder, ingin bersuara tapi tidak berani.

Well, hal pertama yang perlu disiapkan adalah menciptakan tim panitia yang kompak. Ini juga tidak mudah, karena biasanya satu dengan lainnya berusaha menjadi dominan (yang menentukan). Sebetulnya tidak perlu banyak anggotanya, pilihlah teman yang memang mau bekerja.

Berikutnya yang utama ribet soal menentukan tempat atau lokasi reuni. Biasanya dipilih kalau tidak di hotel atau vila/homestay. Hotel bisa lebih mahal tapi fasilitasnya lengkap dan tentu lebih keren. Sedang yang memilih homestay beralasan lebih murah dan suasananya asyik (natural).

Tempat bisa menjadi penentu apakah alumni akan datang atau tidak. Tempat yang kurang mmenyenangkan terutama bagi teman yang datang dari jauh, tentu membuat catatan buruk bagi panitia. Sementara tempat yang mewah berimplikasi iurannya besar.

Hal lain adalah soal acara. Datang, ketemu dan hanya sekadar ngobrol tentu ga seru. Suasana harus hidup, tidak ada kecanggungan dan semua harusnya bisa tetawa senang menikmati pertemuan yang jarang terjadi tersebut.

Di akhir, dan ini penting juga, bagaimana reuni tersebut gak sekadar hura-hura melainkan harus ada visi tindak lanjut membahas sesuatu yang lebih produktif. Kamu dan teman-teman alumni bisa membahas arisan, bisnis bersama, bakti sosial ke eks sekolah, dan sebagainya.

Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan (gesekan pribadi antar alumnus), maka baik juga dibuat, ditawarkan serta disepakati bersama code of conduct, semacam kode etik bereuni. Apa saja hal-hal yang perlu disepakati bersama?

Berjiwa besar, toleran dan mau menahan diri. Bersedia menanggalkan semua atribut dalam dirinya seperti: jabatan, status sosial, kekayaan dll.

Legowo, bersedia dipanggil dan memanggil nama teman seperti waktu masih bersama-sama (sekolah/kuliah).

Jangan membanding-bandingkan antar teman soal kedudukan, jabatan, keluarga dan lainnya apalagi di depan umum yang bisa membikin bad mood, minder.

Tidak perlu bergunjing. Berceritalah yang wajar tentang kenangan masa lalu seperti cerita-cerita yang saat itu tidak terceritakan (rahasia).

Jangan cemburu jika gebetanmu dulu tampak lebih dekat dan akrab dengan teman yang lain.

Jadikan semua materi reuni sebagai lelucon masa lalu saja, jangan baper. Semua sudah berlalu, apalagi sekarang kamu sudah memiliki keluarga masing-masing.

Met reunian.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here