Pemilu Online Alternatif Mahasiswa Perantau

0
286
Foto: scimexico.com

Di zaman modern seperti saat sekarang ini banyak masyarakat menggunakan media online baik itu dari kalangan anak – anak , remaja sampai orang tua. Pengertian online sendiri yaitu istilah saat kita sedang terhubung dengan internet atau dunia maya, baik itu terhubung dengan akun media sosial kita, email dan berbagai jenis akun lainnya yang kita pakai atau gunakan lewat internet.

Sekarang semua sudah serba online baik itu belanja online , ojek online , sampai – sampai ujian online pun ada. Saya berpikir kenapa tidak ada pemilu online , karena pemilihan suara dengan cara coblos kertas mungkin sudah ketinggalan jaman. Selain mahal biayanya, hasilnya belum tentu 100% akurat.

Apalagi saya sebagai mahasiswa perantau yang sempat Golput pada pemilihan walikota singkawang ditempat saya. Padahal itu merupakan pertama kalinya untuk mencoblos calon kandidat walikota. Kini ada cara yang lebih modern, voting elektronik secara online (e-voting). Permasalahan utama yang dihadapi dalam e-voting adalah terkait faktor keamanan.

Foto: jhu.edu

Sampai saat ini, belum ada solusi lengkap baik secara teori maupun praktek yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Pengguna teknologi informasi dalam proses voting diharapkan dapat memantu penyelesaian masalah-masalah tersebut. Contohnya di Negara Rusia keberhasilan penerapan pemilu online menjadi kemenangan tersendiri bagi Rusia dibanding Amerika.

Saat ini, Negara Paman Sam hanya berani menjadikan pemilu online sebagai suplemen, yang ditujukan hanya bagi mereka yang tidak sedang berada di dalam Negara saat pemilu berlangsung, misalnya para tentara yang sedang berada di Irak dan Afghanistan, atau para astronot yang sedang di luar angkasa.

Negara lain yang telah berhasil menyelenggarakan pemilu online (e-voting) ialah Brazil. Yang paling mutakhir ialah pemilu Online di Estonia, dimana pemilih sudah bisa menggunakan perangkat mobile seperti HP, BB dan Iphone mereka untuk memilih. Dalam sistem demokrasi, semua warga Negara memiliki hak sipil dan politik yang sama. Dalam konteks ini, di masyarakat Indonesia jelas terdapat pengelompokan sosial berbasis pada perbedaan-perbedaan di atas.

Bukannya menyelesaikan masalah tersebut, karena tidak semua warga. Perlu diingat, dalam konteks politik Indonesia, persoalan demografi dan geografi pemilih menjadi hal penting dan sensitif. Karena beberapa partai tertentu memiliki basis di kelompok sosial dan geografis tertentu, meskipun beberapa partai lain sudah lebih lintas batas.

Padahal dengan pemilu onilne merupakan salah satu alternatif untuk mahasiswa perantau untuk memilih kepala daerahnya baik itu bupati , DPR ,maupun Gubernur yang ada di daerah nya masing – masing dengan pemilu online dapat mengurangi tingkat golput pada setiap pemilu atau pilkada. Banyak sekali manfaat yang didapatkan jika di indonesia menerapkan pemilu online ( E-Voting ).

Sawitri
Mhs Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Sarajanawiyata Tamasiswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here