Psikologi Berbagi, Apakah Itu ?

0
183
Foto: Wahyu Relisa

“Siapa saya” ialah sebuah kalimat yang sering dilontarkan remaja untuk mengetahui kepribadian dirinya. Pada fase ini remaja mulai sibuk, risau mencari idola untuk dijadikan panutan atau teladan dalam hidupnya. Remaja cenderung rawan untuk melakukan konformitas, yaitu perilaku dimana individu menyerah dan mengikuti bagaimana teman-temannya melakukan sesuatu. Untuk meminimalisir perilaku ikut-ikutan, maka diperlukan pengetahuan, pemahaman dan pembentukan konsep diri remaja.

Berbeda dengan remaja lainnya, remaja khususnya OSIS di SMK Diponegoro Depok mencoba mengenali diri mereka melalui kegiatan psikologi berbagi Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta yang bertajuk pendampingan siswa dengan mengangkat tema tentang konsep diri yang diadakan di SMK Diponegoro Depok (11/12/2017).

Acara Psikologi Berbagi diikuti sekitar 40 siswa yang berasal dari OSIS. Acara tersebut disambut dan dibuka oleh Ibu Anisa Khabibatus S. S.Pd.I, selaku pembina OSIS di SMK Diponegoro Depok, dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa sangat menyambut baik acara tersebut dan berharap semoga ke depannya kerja sama antara Fakultas Psikologi UP 45 Yogyakarta dengan SMK Diponegoro dapat dilaksanakan lagi.

Konsep diri ialah konsep mengenal diri, gambaran diri seperti apa kita menilai, membentuk diri kita. Cara pandang seseorang terhadap dirinya, juga nilai-nilai yang dianutnya termasuk didalamnya visi misi, cita-cita, kekuatan dan kelemahan, jelas Nurul selaku pemateri acara.

Games yang diberikan semakin menambah antusiasme siswa. Games tersebut bertujuan untuk mengetahui kepribadian mereka, apakah sanguinis, koleris, melankolis atau plegmatis. Mana dari keempat kepribadian tersebut yang lebih dominan yang akan menunjukkan kelemahan dan kelebihan siswa, ungkap rere.

Antusias siswa juga terlihat pada saat banyak siswa yang mengajukan pertanyaan dan sharing perihal dirinya. Salah satunya Ridwan, ia mengemukakan bahwa banyak point-point yang sama dari kelebihan dan kelemahan yang ditampilkan, hal tersebut menyebabkan ia mengetahui lebih dalam tentang dirinya.

Foto: Wahyu Relisa

Fx. Wahyu Widiantoro sebagai dosen pendamping menjelaskan bahwa ”Kegiatan Psikologi Berbagi merupakan ajang bagi Dosen dan Mahasiswa untuk membagi ilmu dalam karya nyata di tengah masyarakat.”

Acara Psikologi Berbagi di SMK Diponegoro mampu berjalan sukses karena adanya kekompakan tim mahasiswa yang terdiri dari ahmad, triyono, adel, rere, husna dan nurul. Kegiatan tersebut dapat mengasah kemampuan mahasiswa menjadi EO dan menjadi wadah aplikatif ilmu yang didapat di bangku kuliah. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Penulis:

Wahyu Relisa Ningrum
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here