Selalu Kalah Lomba Foto? Ini Penyebabnya

0
99
Misbcahul Munir, fotografer internasional, menjadi pembicara pada diskusi ‘Tips dan Trik Menang Lomba Foto’, Senin (04/12). Foto: Nining

Fotografi, siapa yang tidak pernah bersentuhan dengan dunia fotografi? Kegiatan memotret suatu objek ini memang sudah menjadi kegemaran tersendiri bagi berbagai kalangan. Bermacam lomba foto pun turut meramaikan perkembangan dunia fotografi.

Tak perlu jauh menengok ke ajang lomba foto nasional atau internasional, kini berbagai perusahaan mikro hingga pagelaran festival tak ketinggalan mengadakan lomba foto untuk mencuri perhatian publik, mulai dari lomba foto produk hingga yang paling ringan, lomba selfie.

Meluasnya lingkup perlombaan fotografi, juga meluaskan target peserta lomba foto. Tidak hanya fotographer profesional dengan kamera DSLR-nya, namun juga pemula atau non-profesional yang hanya bermodalkan smartphone turut berbondong-bondong mengikuti perlombaan fotografi.

Lalu bagaimana kasusnya jika sudah sering ikut lomba foto, namun selalu saja kalah?

Misbachul Munir, seorang fotografer internasional, dalam diskusi pameran fotografi Islamic Social Photography yang diadakan oleh prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2015 di Lobby Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Senin-Selasa (04-05/12).

Ia menuturkan bahwa ada beberapa penyebab karya foto ‘kalah’ dalam perlombaan. Berikut hal-hal yang menyebabkan suatu karya foto tereleminasi.

Administratif tidak lengkap

Sebelum mengirimkan karya foto, pastikan telah memerhatikan sekaligus memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan.

Tidak sesuai tema

Tidak sesuainya foto dengan tema yang telah ditentukan merupakan penyebab utama yang membuat sebuah foto tereleminasi. Menerjemahkan tema memang gampang-gampang susah, namun berusahalah untuk tidak keluar jauh dari tema.
Terlebih jika lomba foto yang diikuti terkait pengalaman menggunakan produk dari suatu perusahaan. Harus ekstra hati-hati, jangan sampai ada produk saingan yang ‘tercyduk’ dalam karya foto kita.

‌Foto Mainstream

Hasil foto keren memanglah memiliki daya tarik yang tinggi. Namun memiliki nilai rendah di mata juri jika foto tersebut mainstream (pasaran). Karya foto yang memiliki kesamaan dengan kompetitor lainnya merupakan salah satu penyebab tereleminasinya suatu foto dalam perlombaan.

Buatlah karya foto yang baru, segar, namun tetap original. Seorang juri foto tentu menantikan suatu karya yang beda dari yang lainnya.

Duplikat Juara

Mencari referensi dengan mempelajari karya foto pemenang sebelumnya pada lomba sebelumnya tidaklah salah. Menjadi salah ketika kita mencuri dan ikut-ikutan menggunakan konsep yang sama pada lomba berikutnya.

Seorang juri tentu lebih dahulu memahami foto-foto seperti apa yang menang pada lomba sebelumnya.

Ketika didapati foto yang menggunakan konsep yang sama, maka bersiap-siaplah untuk tersingkirkan dari lomba foto tersebut. Sebab karya kita akan dicap sebagai karya duplikat.

Setidaknya gunakanlah strategi ATM, yakni Amati, Tiru, Modifikasi. Jangan meniru konsep orang lain sepenuhnya.

Penulis:
Nining Kinasih
Mhs Dakwah dan Komunikasi UIN Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here