Ketika Mahasiswa Psikologi Menjadi Wirausahawan

1
443
Foto: Rio Nurkholis

Pada dasarnya menjadi wirausahawan sukses harus disiapkan dan dimulai sejak dini, “Untuk menjadi wirausahawan sukses ya harus disiapkan sejak dini, dan pastinya harus paham juga bagaimana langkah yang bakal diambil,” ujar Huda, salah seorang peserta seminar.

Sabtu, 9 Desember 2017, Fakultas Psikologi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) kembali mengelar Festival Psikouliner untuk ketigakalinya. Festival ini diadakan secara rutin setiap akhir tahun sejak 2 tahun silam. Dalam rangkaian acara tahun ini diadakan seminar kewirausahaan dengan tema “Be Young Entrepreneur” dan Festival Kuliner Dewantara Muda.

Hanafi selaku ketua panitia menjelaskan bahwa Festival ini diadakan sebagai wadah kreatifitas dan belajar kewirausahaan untuk mahasiswa. “Tentu saja untuk teman-teman yang mengikuti rangkaian acara ini akan mendapatkan ilmu yang berbeda, kita di sini insha allah selangkah lebih maju ketimbang mereka yang tidak ikut,” tegasnya.

Foto: Rio Nurkholis

Acara ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Psikologi Kewirausahaan, dan Umum. “Ya dengan publikasi yang hanya melalui poster dan sosial media, kami dapat menggaet peserta sebanyak 130 an dan stand bazaar mencapai 35 stand yang melebihi target kami,” tambah Hanafi saat ditemui SwaraKampus.com.

Dalam sambutannya pula, Hanafi berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar dan semua peserta dapat senang mengerjakan aktifitasnya sehingga dalam bekerja mereka tidak merasa berat.

Pada seminar tahun ini narasumber yang diundang adalah Ifan Alwy, seorang psychopreneur dan founder dari Lembaga Psikologi Terapan Tabula Rasa, PT. Tabula Rasa Indonesia, dan Flora Grace Putrianti SPsi, MSi yang tak lain pamong/dosen Fakultas Psikologi UST.

Foto: Rio Nurkholis

Menurut Flora, “Dibuatnya Psikokuliner ini adalah untuk memenuhi praktikum matakuliah Psikologi Kewirausahaan, agar mereka tidak hanya berteori di kelas tapi benar-benar terjun ke dunia usaha. Dan juga supaya mereka bisa mencari ide, membuat produk/jasa, trial and error produk, membuat anggaran, mengiklankan produk, menjual produk dan menghitung untung rugi. Intinya agar mereka benar-benar merasakan dan melakukan sebagai pelaku usaha walaupun usaha kecil.”

“Menurut saya setelah mengikuti acara ini saya dapat sedikit belajar bagaimana cara berwirausaha dan lebih mengembangkan kreativitas wirausahawan dan membuka link seluas2nya,” tutur Adwina, salah seorang mahasiswa peserta, sembari membereskan stand bazaarnya.

Rio Nurkholis Syaifuddin
Mhs Psikologi UST

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here