Mahasiswa Prakarsai Kantin Kejujuran UNU Yogya

0
224
Sumber: Humas UNU Yogyakarta

Di tengah menguatnya pragmatisme yang tengah melanda sebagian masyarakat dan pengelola negara, kejujuran menjadi nilai yang sangat berharga demi mencegah bangsa ini dari kehancuran. Ternyata masih ada kaum muda yang memiliki semangat untuk terus mengelorakan budaya kejujuran di tengah generasi muda. Hal itulah yang mendorong, Muhammad Irfan, seorang mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdaltul Ulama (UNU) yang memprakarsai berdirinya kantin kejujuran.

Kantin ini menjual berbagai aneka makanan ringan dengan sistem tanpa ada penjaga. Jadi pembeli bisa langsung memilih makanan yang ingin dibeli, kemudian bisa mengambil uang kembalian dari pembelian tersebut dengan jujur.

Hadirnya kantin kejujuran ini setidaknya pelan-pelan dapat mengkampanyekan nilai-nilai kejujuran, yang saban hari semakin memudar. Sebab, berlatih untuk jujur sedari dini, dapat melatih pribadi untuk tidak terjebak dengan perilaku korupsi-suap.

Jika ditelisik, dari historiografi kantin kejujuran pada awalnya merupakan warung kejujuran yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. KPK menginisiasi kantin kejujuran untuk menanamkan moral jujur dari generasi muda. Bahkan, kantin kejujuran saat ini telah merambah di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi.

Harapannya, kantin kejujuran dapat membentuk nilai-nilai dan karakter kejujuran dikalangan generasi muda sekaligus sebagai bentuk revolusi moral. Sebab, hilangnya nilai-nilai kejujuran akan menimbulkan keinginan untuk melakukan perilaku korupsi-suap, yang dampaknya dapat merusak semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Artinya, itikad mulia para kaum muda yang telah berupaya mengkampanyekan semangat anti korupsi dengan mendirikan kantin kejujuran di berbagai sekolah dan perguruan tinggi patut diapresiasi sebagai bentuk membangun revolusi moral sedari dini. Kantin kejujuran diharapkan bisa menanamkan nilai-nilai kejujuran bagi generasi muda yang dikemudian hari akan menjadi penerus bangsa. Dengan kata lain, semangat kantin kejujuran dapat mendorong perubahan mentalitas baik pola pikir dan sikap kejiwaan yang lebih kondusif bagi perbaikan kehidupan (Latif, 2014).

Pendek kata, kita berharap, kehadiran kantin kejujuran UNU Yogyakarta dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa di perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tujuannya adalah untuk bisa mengikis perilaku kejahatan lisan seperti, kebohongan atau ketidakjujuran ditataran generasi muda milenial..

Sebab, kebohongan dan ketidakjujuran merupakan salah satu jenis kejahatan moral yang bersifat istimewa (extra ordinary crime), yang bukan hanya mengakibatkan kehancuran kredibilitas personal, tetapi juga akan mengeliminasi hak-hak kesejahteraan hidup masyarakat lainnya.

Bambang Arianto, MA
Humas Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here