Mujahadah dan Pelantikan Senat Mahasiswa UNU Yogyakarta

0
292
Sumber: Humas UNU Yogyakarta

Tasyakuran Gedung Limasan UNU Yogyakarta

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta akan mengelar tasyakuran pendirian gedung Limasan di kampus UNU Yogyakarta. Kegiatan ini akan digelar pada hari Senin 20 November 2017 mulai pukul 13.00 WIB bertempat di gedung Limasan UNU Yogyakarta. Dalam kegiatan ini akan di isi oleh mujahadah dan pengajian yang akan dihadiri tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. Untuk mujahadah dan pengajian akan di isi oleh K.H. Mas’ud Masduki selaku Rois Syuriah PWNU DI Yogyakarta. Pendirian gedung ini untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kepesantrenan.

Harapan lain dari gedung ini untuk mewadahi berbagai kegiatan mengaji yang akan diselenggarakan, disamping kegiatan-kegiatan akademis lainnya. Sebab, mengaji adalah salah satu kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh mahasiswa UNU. Dalam kegiatan ini ada pula beberapa agenda kegiatan lainnya, yakni pelantikan pengurusan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta masa bakti 2017. Dalam pelantikan Senat Mahasiswa ini akan dilantik Ahmad Sukriyanto yang berasal dari jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi. Selain itu akan ditutup dengan Gerakan Wakaf Buku.

Dalam kesempatan ini rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta memaparkan bahwa pada semester pertama keberadaannya, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta begitu gigih meletakkan fondasinya sebagai universitas jamaah. Secara bertahap, UNU akan berusaha merealisasikan rancang-bangunnya sebagai universitas berbasis pesantren. Sebab, kekuatan NU ada pada pendidikan pesantren, dan sebagai universitasnya jamaah NU, kekuatannya terletak pada aktualisasi nilai-nilai yang tersimpan dalam tradisi pesantren.

Sebagai langkah awal, penyelenggaraaan pendidikan berbasis pesantren masih dipusatkan di Fakultas Dirasah Islamiyah, di mana semua mahasiswanya tinggal dan terlibat kegiatan kepesantrenan di kampus ek Persiba Bantul. Untuk menopang kegiatan kurikuler di semester pertama, mahasiswa difasilitasi dengan sederetan kegiatan ko-kurikuler. Dengan pengembangan kepesantrenan ini, pada akhirnya kegiatan perkuliahan dan kepesantrenan menjadi satu paket pendidikan yang koheren. Semboyannya adalah: ‘mengaji’ dan ‘kuliah’ opsi untuk dipilih. Keduanya sama pentingnya, sebab mahasiswa diwajibkan untuk mengaji, sesuai dengan level kemampuan mahasiswa, sebagai kegiatan ko-kurikuler.

“Yang menarik dari UNU Yogyakarta adalah jatidirinya sebagai universitas jamaaah. Keberadaannya didambakan oleh jamaah, dan pada saat yang sama, penyelenggaraannya didedikasikan untuk jamaah. Di tahun pertama keberadaannya, UNU Yogyakarta memiliki hampir 400 mahasiswa. Mereka dikirim oleh jamaah untuk belajar di UNU, menandai bahwa universitas ini adalah universitasnya jamaah. Dalam posisinya sebagai universitas Jamaah, UNU Yogyakarta sedang serius mempersiapkan dirinya sebagai simpul pengetahuan jamaah. Kegiatan rintisan untuk itu adalah menyiapkan perpustakaan digital, yang koleksinya dikumpulkan melalui gerakan wakaf buku dan bahan-bahan pembelajaran lain dalam format digital. Baik mahasiswa maupun jamaah diajak untuk mengumpulkan koleksi kepustakaan dan bahan-bahan lainya, untuk kemudian disimpan dan diakses.” Jelas Prof. Purwo Santoso, MA.

Sumber: Humas UNU Yogyakarta

“Mereka dituntut untuk aktif mewakili dan menyuarakan apsirasi kepentingan mahasiswa. Selain itu mereka bertanggungjawab untuk meletakan tradisi kegiatan kemahasiswaan yang aktif secara politik dan bertanggungjawab secara moral. Artinya sebagai lembaga kemahasiswaan intra kampus SEMA merupakan simpul penting dalam komunikasi civitas akademika dan pada saat yang sama menjadi sendi penting untuk lincahnya university governance.” Jelas Prof. Purwo Santoso, MA.

Bambang Arianto, MA
Humas Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here