UNISA Gelar Seminar Anak Zaman Now

0
113
Seminar UNISA (Wahyu Relisa)

Anak adalah amanah Tuhan, permata hati, harapan masa depan. Cara mendidik kids zaman now ekarang jauh berbeda dengan kids zaman old. Orangtua diharapkan dapat mendidik anak dengan penuh keteladanan, dan selalu mendedikasikan diri kepada keluarga.

“Jngan sampai asing di lingkungan keluarga sendiri. Dedikasi tersebut harus tumbuh subur pada diri orang dewasa, di lingkungan keluarga dan pada komunitas masyarakat serta para pemimpin,” ungkap Dra Hj. Siti Noordjannah Djohantini, MM MSi, Ketua Umum PP Aisyiyah.

tersebut disampai saat membuka Seminar Nasional Asosiasi Psikologi PTM/PTA di Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Seminar bertajuk “Mendidik Anak Sehat dan Bahagia” tersebut diikuti mahasiswa, guru-guru, praktisi dan masyarakat umum, Jumat (18/11).

Eka Viora SpKJ (Kemenkes RI) menjelaskan, anak akan tumbuh dan berkembang, dipersiapkan agar menjadi generasi yang berkarakter dan berkualitas. Peran orangtua dan lingkungan terhadap kesehatan sangat penting. Anak perlu diasuh dengan baik sejak janin dalam kandungan.

“Tentu saja tidak terlepas dari peran dan tugas calon ayah, seperti memberikan perhatian dan dukungan agar ibu tenang. Mengupayakan agar ibu makan makanan yang bergizi dan sebagainya,” tambah dr Eka.

Indonesia marak kasus kekerasan yang melibatkan anak. Jumlah tertinggi periode 2013 sampai April 2015 sebanyak 6006 kasus. Peran psikolog disini adalah mendampingi anak sejak awal sampai akhir proses hukum berlangsung.

Seminar UNISA (Wahyu Relisa)

“Melakukan program rehabilitasi untuk membantu anak mencapai tingkat pemulihan maksimal dari berbagai bentuk gangguan psikologis dan sosial. Menyusun criminal profiling, dan sebagainya,” ungkap Prof Dr Endang Ekowarni (Guru Besar Fakultas Psikologi UGM).

Rita Pranawati MA (Komisioner KPAI) menyampaikan keprihatinannya bahwa banyak orangtua memberikan gadget canggih atas nama kasih sayang, Tetapi tidak tahu bagaimmana dampaknya. Penyebaran berita atau gambar yang tidak ramah anak di dunia maya kalah cepat dengan akses penutupannya.

“86 persen orangtua melakukan pengawasan tetapi faktanya anak tetap bisa mengakses konten pornografi sebanyak 12,5 persen. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dunia maya kepada anak, khususnya dalam penggunaan media digital dan interet secara sehat,” pesan Rita.

Penulis:
Wahyu Relisa Ningrum
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here