Serum Katak Muda Berekor, Hambat Kanker

0
812
KELOMPOK PKM-PE sedang meneliti dan uji coba tentang serum katak muda berekor di Lab UNAIR. (Foto: Dok PKM-PE)

Kanker merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan kematian di dunia. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka kejadian yang terjadi sekitar 100 orang dalam 100.000 penduduk. Berdasarkan fakta tersebut, mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga melakukan penelitian tentang kanker.

Menurut Imas selaku Ketua Tim, pemberian serum katak muda berekor dapat menurunkan aktifitas sel kanker karena didalam serum hewan tersebut mengandung hormon tiroksin. Hormon ini berperan penting dalam mendegenerasi ekor katak yang merupakan proses apoptosis. Berawal dari hal inilah Tim mengajukan proposal dan berhasil lolos untuk mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti dan penelitian bisa dilakukan.

Selain Imas Hapsari Rahmaningtyas, mahasiswa yang tergabung dalam Tim PKM-PE ini beranggotakan Nur Prabowo Dwi Cahyo, Zeni Prastika, Arliandra Reza Pratama dan Anjani Marisa Kartikasari.

Katak berekor (sumber foto: photoshelter.com)

Penelitian dilakukan sekitar 3 minggu di Laboratorium Kampus Universitas Airlangga dengan menginduksikan reagen kanker yaitu DMBA (Dimetylbenz (α) Antrasen)ke hewan uji coba yaitu tikus putih jenis Sprague Dawley, selama kurang lebih 2 minggu dengan intensitas waktu seminggu dua kali yaitu setiap hari Senin dan Kamis.

Setelah menginduksikan kanker, penelitian dilanjutkan dengan memberikan serum katak muda berekor pada mencit setiap hari selama 1 minggu. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa serum katak muda berekor dapat menghambat aktivitas proliferasi sel kanker kulit. Hasil tersebut dibuktikan dengan dilakukannya uji Imunohistokimia.

Hasil dari Imunohistokimia tersebut menunjukkan adanya warna cokelat yang menandakan adanya apoptosis. Adanya warna cokelat tersebut karena diwarnai oleh Caspase 3 sehingga terlihat warna cokelat. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa serum yang diberikan dapat meningkatkan apoptosis dan menghambat aktivitas proliferasi dari sel kanker
“Kami berharap dengan adanya serum ini memberikan alternatif atau cara terbaru dalam mengatasi kanker dengan biaya yang lebih murah daripada operasi dan nanoteknologi,” harap Imas. (Awib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here