Mahasiswa Jadi Duta Pemilu Serentak 2019

0
565
Sumber: Istimewa

Puluhan Mahasiswa dari berbagai Kampus di Yogyakarta mengadakan pertemuan di kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) D.I Yogyakarta (17/11). Pertemuan kali ini merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya mereka mendeklarasikan diri sebagai Duta Pemilu di Ling Lung Cafe Yogyakarta 8 November 2017 lalu.

Keterangan dari Website resmi KPU DIY tercatat ada 43 orang delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi besar di DIY, yaitu dari UGM, UNY, UII, UIN, UPN, Sanata Dharma, Atma Jaya, ISI, UAD, dan UMY yang tergabung ke dalam Duta Pemilu 2019. Keterlibatan mahasiswa sebagai pemuda dan kaum intelektual menjadi penting, apalagi dalam pemilu serentak 2019 nanti. Kerena, bagaimanapun mahasiswa merupakan generasi masa depan yang tentu menerima dampak dari hasil yang diperoleh dari pemilu nantinya.

Dalam agenda kali ini, mahasiswa yang tergabung sebagai duta pemilu disosialisasikan terkait Pemilu yang baik dan benar. Bagaimana sistem kerja KPU serta peran serta mahasiswa yang nanti berminat untuk ikut serta mensukseskan Pemilu Serentak 2019. “Keterlibatan adik-adik bukan untuk membantu KPU, tetapi untuk membantu masyarakat,”  jelas Farid Bambang Siswanto, Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU DIY.

Sumber foto: indopolitika.com

Aktifitas Duta Pemilu kali ini dibagi menjadi 2 kelompok, yang kemudian secara bergantian mengunjungi rumah pintar pemilu dan ruang Audio Visual untuk mengadakan diskusi. Di rumah pintar pemilu, mereka melakukan simulasi bagaimana proses berjalannya pemilihan oleh semua elemen masyarakat. Simulasi ini dilakukan oleh Duta Pemilu baik ia sebagai panitia pemilu maupun sebagai peserta.

Sedangkan di ruangan Audio Visual kelompok lainnya berlangsung diskusi yang di isi oleh Kadiv Umum, Keuangan dan Logistik KPU DIY, Ahmad Anfasul Marom tentang Demokrasi dan Pemilu. Dalam materi yang disampaikan, pemateri yang akrab dipanggil Aan ini menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi rakyat merupakan pusat dari segala pertimbangan dan tindakan.

Dalam hal ini, kekuasaan merupakan hak bagi masyarakat banyak yang kemudian dikelola bersama-sama untuk kepentingan orang banyak. Maka, seluruh mayarakat dan mahasiswa khususnya sebagai generasi masa depan, perlu melibatkan diri dalam agenda pemilu yang merupakan salah satu aturan main untuk memperoleh kekuasaan.

 

Tri Muyani

Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here