Rektor UNU: Sebagai Universitas Kader, Kualitas Lebih Utama

0
313

Komitmen menjadi Universitas Kader disampaikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU)), Prof Purwo Santoso kepada swarakampus.com di ruang kerjanya di Kampus UNU, Sabtu malam (11/11).

“Sebagai Universitas Kader, maka UNU lebih mengutamakan kualitas (karakter) ketimbang kuantitas,” ucap Purwo. Namun diakui hal tersebut tidaklah mudah. Beberapa tantangan tersebut diantaranya soal SDM dan manajemen.

Menurut Purwo, orang-orang pintar sudah direkrut (bekerja) di tempat lain yang lebih menjanjikan kehidupannya. Tinggal lah “sisanya” yang tersedia, dengan SDM seadanya.

Berikutnya lagi tradisi yang selalu ingin “ditekani” (didatangi) bukan “nekani” mendatangi, menjadi tantangan di era digital sekarang ini. Maka UNU mencoba memposisikan diri sebagai “jembatan” antara para kyai dengan jamaah (manajemen jamaah).

Prof Purwo menekankan pentingnya akhlak mahasiswanya baik di lingkungan kampus maupun di tempat tinggalnya. Salah satu idenya yang disampaikan, ia ingin mahasiswanya merekam apa saja yang sudah dilakukannya, terutama yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

“Ini penting guna melatih kedisiplinan serta tanggungjawab kepada diri mereka masing-masing. Ini pengalaman hidup empirik. Mereka harus jujur,” tandasnya.

Diakhir perbincangan, Purwo menyampaikan pesan kepada pemuda di zaman now agar mampu mendalikan “jempol”. Maksudnya dalam penggunaan gadget smartphone.

Rektor UNU, Prof Purwo Santoso saat diwawancarai oleh swarakampus.com di ruang kerjanya, Sabtu malam (11/11).

“Seberapa kuat menahan jempol agar tidak selalu share apapun yang ada di media sosial. Kalau itu info yang benar ya ndak masalah, namun jika tidak benar? Maka kamu menjadi bagian dari keburukan tersebut,” pungkasnya.

Penulis:

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here