Mahasiswi Gunungkidul ini meraih prestasi di Jogjakarta

0
155
Sumber: Kegiatan Pemilihan Mawapres 2017, UAD, Yogyakarta

Dalam dunia pendidikan perlu adanya penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi pada bidang akademik. Dengan begitu mahasiswa akan lebih terpacu dan bersemangat untuk mengikuti perlombaan dan kegiatan yang bermanfaat.

Hal tersebut yang memotivasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Ketua Program Studi (Kaprodi) PBSI mengadakan Kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres).

Kali ini merupakan tahun kedua Pemilihan Mawapres diadakan di Kampus II UAD. Pada Pemilihan Mawapres tahun ini, ada 3 nama mahasiswa yang terpilih, yaitu Nofi Diadara Pratiwi (Peringkat 1), Ilham Rabbani (Peringkat 2), dan Esti Utami (Peringkat 3).

Nofi Diadara Pratiwi, mahasiswa yang telah meraih peringkat pertama ini mengaku baru mengikuti kegiatan Pemilihan Mawapres tahun 2017 ini. Semangat dari dalam diri sendirilah yang menjadi motivasi untuk ikut serta dalam kegiatan Pemilihan Mawapres tahun 2017.
Setelah mendapat peringkat pertama, tidak membuat mahasiswa kelahiran Gunungkidul itu menjadi sombong dan puas hati. Untuk mengikuti Pemilihan Mawapres tingkat fakultas masih menunggu kebijakan dari Kaprodi.

“Kalau diminta untuk maju, insyaallah bisa menampilkan yang terbaik,” tutur mahasiswa yang hobi menari itu. Karya ilmiahnya yang dipilih menjadi pemenang bertemakan pendidikan, dengan judul “SEPANTAR” (Sekolah Papan Pintar) Media Inovasi dan Kreatif Guna Meningkatkan Pendidikan Karakter Indonesia.

“Dengan mengikuti Pemilihan Mawapres ini, banyak pengalaman berharga, masukan atau nasehat dari dosen-dosen yang luar biasa, dan tanggung jawab yang besar bisa meraih peringkat pertama. Ini merupakan ujian karena harus mempertahankan apa yang diberikan dari Kaprodi atas amanah dan kepercayaannya,” jelas Nofi lagi.

Ia berkesempatan memberikan beberapa kiat untuk mahasiswa yang ingin mengikuti Pemilihan Mawapres tahun depan, diantaranya sering mengikuti perlombaan di dalam maupun di luar PBSI, agar selalu meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik, “Jangan pernah pesimis, lomba itu tantangan yang perlu dihadapi, dan jangan takut gagal sebelum mencoba,” pesannya.

Dieny Rachma Wathi

Mhs Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Ahmad Dahlan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here